JAKARTA, AFU.ID — Ditolak bertanggung jawab oleh pria yang menghamilinya, seorang perempuan di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, nekat membuang bayi yang baru dilahirkannya ke tepi sungai. Beruntung, tangisan bayi tersebut terdengar warga sehingga nyawanya selamat.
Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Immanuel P. Simamora menuturkan, peristiwa itu terjadi di Desa Panca Arga, Kecamatan Rawang Panca Arga, pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Bayi perempuan tersebut ditemukan tak jauh dari sebuah koperasi milik desa setempat, dalam kondisi terbungkus kain dan menangis.
Warga bernama Kenedy Siregar (40) menjadi orang pertama yang mendapati keberadaan bayi tersebut saat ia tengah menjalankan tugas jaga malam di lokasi. "Saat itu Kenedy mendengar suara tangisan bayi dari arah tepi sungai. Bersama rekannya, kemudian mencari sumber suara tersebut,” kata Immanuel dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (10/8/2026).
Setibanya di lokasi, keduanya menemukan seorang bayi perempuan dalam kondisi terbungkus kain dan masih menangis. Setelah ditemukan, bayi tersebut langsung dilarikan ke Puskesmas Desa Panca Arga untuk penanganan medis. Petugas kesehatan yang memeriksanya mendapati adanya luka mirip sayatan di area wajah sang bayi.
Kasus tersebut lantas dilimpahkan ke kepolisian setempat untuk diusut. Dari hasil penyelidikan, polisi mengidentifikasi seorang perempuan berinisial ES sebagai terduga pelaku pembuangan bayi. Dua hari berselang, tim gabungan berhasil mengamankan yang bersangkutan. "Pada Kamis 6 Agustus sekitar pukul 19.00 WIB, petugas mengamankan perempuan berinisial ES di sebuah rumah kontrakan di Dusun III, Desa Serdang, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan," ujar Immanuel.
Saat menjalani pemeriksaan, ES membenarkan, bayi yang ditemukan warga adalah anak kandungnya sendiri, buah dari hubungan gelap bersama seorang pria berinisial S. Aksi nekat membuang buah hatinya itu dilakukan ES lantaran S menghindar dari tanggung jawab usai mengetahui kehamilannya.
"S lari setelah mengetahui ES hamil, lalu setelah ES melahirkan yang bersangkutan panik dan akhirnya berniat meninggalkan (membuang bayinya), karena statusnya belum berumah tangga," ungkap Immanuel. ES kini mendekam di tahanan polisi guna menjalani proses penyelidikan lebih lanjut sebelum berlanjut ke tahap hukum berikutnya. (NAD)