JAKARTA, AFU.ID — Ribuan pesilat memberi ultimatum kepada polisi setelah satu pelaku pembacokan terhadap petugas parkir di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, masih buron. Massa mengancam kembali turun dengan jumlah mencapai 10 ribu orang apabila pelaku tak segera ditangkap. Ancaman itu disampaikan setelah mereka menggelar aksi di Polrestabes Surabaya dan mendatangi kantor kelompok penagih utang di Jalan Teuku Umar.
Koordinator aksi Bondan mengatakan massa masih memberi waktu kepada polisi untuk menuntaskan perburuan pelaku, Jumat (31/7/26). Namun, ia memperingatkan aksi berikutnya dapat melibatkan anggota perguruan silat dari berbagai daerah di Jawa Timur. “Kalau berlarut-larut, kita hitamkan lagi se-Jatim, kalau perlu 10 ribu,” kata Bondan.
Meski mengeluarkan ultimatum, Bondan meminta para pesilat tidak bergerak sendiri dan tetap menahan emosi. Ia mengakui penangkapan pelaku membutuhkan proses dan tidak bisa dilakukan seketika. “Menangkap orang itu tidak sama dengan beli mobil atau beli jajan, butuh proses,” ujarnya.
Aksi bermula dari kasus pembacokan terhadap dua petugas parkir yang terjadi pada Sabtu, 25 Juli 2026, sekitar pukul 03.15 WIB. Keributan pecah ketika sekelompok penagih utang hendak menarik mobil yang disebut menunggak angsuran di kawasan Jalan Basuki Rahmat. Perselisihan kemudian berkembang menjadi perkelahian hingga pelaku mengambil parang dari bagasi mobil dan menyerang korban.
Seorang tersangka berinisial SL telah diamankan dan menjalani proses hukum di Polrestabes Surabaya. Polisi menyebut satu orang lainnya masih masuk daftar pencarian orang dan terus diburu. Pelaku yang belum tertangkap itu menjadi tuntutan utama ribuan pesilat yang turun ke jalan.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan meminta masyarakat membantu memberikan informasi mengenai keberadaan pelaku. Ia menjamin proses hukum akan berjalan tanpa membedakan latar belakang pihak yang terlibat. “Kalau ada yang mengetahui, tolong diinformasikan kepada kami dan segera kami lakukan upaya paksa,” kata Luthfie.
Setelah berunjuk rasa di depan Polrestabes Surabaya, massa bergerak menuju Jalan Teuku Umar yang menjadi lokasi kantor kelompok penagih utang. Situasi sempat memanas ketika sebagian peserta berusaha mendekati gedung, melempar sejumlah benda, dan menggeber sepeda motor. Aparat TNI dan Polri kemudian menutup jalan serta membentuk barikade untuk mencegah bentrokan.
Sebanyak 1.200 personel dikerahkan untuk mengamankan aksi tersebut setelah jumlah petugas sebelumnya hanya sekitar 300 orang. Massa akhirnya membubarkan diri dan keadaan kembali kondusif pada Jumat sore. Polisi berjanji tetap memburu pelaku yang masih buron dan memberi perkembangan proses hukum kepada korban serta perwakilan pesilat. (RHU)