JAKARTA, AFU.ID – Dinas Kesehatan Kota Bekasi mengakui terjadi pemberian imunisasi ganda kepada seorang bayi berusia sembilan bulan di Puskesmas Bintara Jaya, Bekasi Barat. Namun, hasil kajian Komisi Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Jawa Barat yang disetujui Komnas KIPI menyatakan belum menemukan hubungan sebab-akibat antara vaksin yang diberikan dengan meningitis atau radang selaput otak yang dialami bayi tersebut.
Kasus ini mencuat setelah keluarga menyebut bayi mereka mengalami demam tinggi, muntah, dan kejang lebih dari 30 menit setelah menjalani imunisasi pada pertengahan Juni. Bayi itu sempat dirawat di ruang Pediatric Intensive Care Unit atau PICU, sementara hasil pemeriksaan medis menemukan kondisi meningitis dan bronkopneumonia.
Ibu bayi, Andin, mengatakan ia datang ke puskesmas untuk imunisasi campak. Namun, ia mengaku anaknya justru menerima dua suntikan tanpa penjelasan jenis vaksin dan tanpa konfirmasi ulang kepada orang tua mengenai riwayat imunisasi sebelumnya. “Kami hanya ingin penjelasan yang terbuka dan tanggung jawab yang jelas,” kata Andin, Jumat (3/7/2026).
Dinkes Kota Bekasi menyebut imunisasi ganda terjadi karena riwayat imunisasi pada buku vaksinasi pasien tidak tercatat lengkap. Meski mengakui kekeliruan pemberian vaksin, Dinkes menyatakan kajian ilmiah dan penilaian tim KIPI tidak menemukan bukti bahwa imunisasi tersebut menjadi penyebab meningitis pada bayi.
Pemerintah Kota Bekasi telah menarik tenaga kesehatan yang bertugas saat kejadian dari pelayanan langsung untuk menjalani pembinaan dan evaluasi internal. Dinkes juga menyatakan siap menanggung biaya pengobatan yang tidak ditanggung jaminan kesehatan serta melanjutkan pemantauan kondisi bayi bersama dokter yang merawat.
Kementerian Kesehatan ikut berkoordinasi dengan Dinkes Kota Bekasi, Dinkes Jawa Barat, serta Komnas dan Komda KIPI untuk menelusuri insiden tersebut. Berdasarkan informasi terakhir dari Dinkes, bayi telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit dalam kondisi membaik, sementara evaluasi prosedur imunisasi di Puskesmas Bintara Jaya tetap berjalan. (RHU)