AFU.id

Karut-Marut BUMN: Prabowo Mengeluh Rugi, Mau Dirampingkan, Tetapi Tetap Jadi Tempat Bagi-Bagi Jabatan Pendukung

Bagikan:

Penulis: Agung RiyadiReporter: M. Agung Riyadi

Ringkasan Berita

Presiden Prabowo Subianto terus mengeluhkan BUMN yang selalu merugi. Pemerintah juga melakukan efisiensi dengan memangkan jumlah BUMN dari 1043 menjadi hanya 250 perusahaan. Tetapi di sisi lain, BUMN masih dijadikan ladang empuk bagi-bagi jabatan bagi tim sukses. Kasus penunjukan Mufli Budi Ananda (asisten Raffi Ahmad) di Krakatau Posco yang sedang rugi jutaan dolar, "tukar guling" jabatan Siti Zahra Aghnia (istri Komandan TKN Fanta) di Pertamina Patra Niaga, hingga penempatan deretan elite TKN lainnya membuktikan, selama pintu masuk tata kelola hulu BUMN masih diisi berdasarkan logika kedekatan, bukan meritokrasi profesional, maka restrukturisasi dan upaya pembersihan korporasi pelat merah dari hulu ke hilir akan berakhir sia-sia.

Karut-Marut BUMN: Prabowo Mengeluh Rugi, Mau Dirampingkan, Tetapi Tetap Jadi Tempat Bagi-Bagi Jabatan Pendukung
COO Danantara Dony Oskaria (ANTARA)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi