JAKARTA, AFU.ID - Di tengah karut-karut manajemen yang berujung pada pencopotan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Presiden Prabowo Subianto memberikan ultimatum keras program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak boleh gagal. Ketegasan ini ditekankan langsung oleh Presiden selang sehari usai merombak pucuk pimpinan BGN akibat kekacauan tata kelola rantai pasok di lapangan.
"Memberi makan ini pekerjaan yang mulia bagi kita dan ini harus berhasil, akan berhasil," tegas Prabowo dalam acara Badan Gizi Nasional (BGN) di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026).
Sorotan tajam terhadap tata kelola MBG menguat setelah Prabowo mencopot Dadan Hindayana pada Selasa (2/6/2026) dan menunjuk Nanik S. Deyang sebagai penggantinya. Merespons krisis manajerial tersebut, Prabowo secara terbuka memperingatkan seluruh jajaran pelaksana agar tidak bermain-main dengan jalannya eksekusi program.
"Kalau kalian tidak mau bekerja dengan baik, kalian harus minggir, silakan minggir. Yang penting kepentingan rakyat di atas semua kepentingan," tegas Prabowo.
Kendati tengah membenahi kekacauan birokrasi di tubuh lembaga gizi yang baru berjalan kurang dari 2 tahun itu, pemerintah tetap menargetkan distribusi pangan secara masif bagi 83 hingga 85 juta jiwa. Operasional 30 ribu dapur umum ini kata Prabowo diproyeksikan mampu mendongkrak perputaran uang di pedesaan sekaligus mencetak 3 juta lapangan pekerjaan baru.
“Jadi saudara-saudara, saya yakin dan saya percaya program ini akan berhasil," pungkas Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo menuturkan MBG merupakan program yang sejatinya berkonsep sederhana. Indonesia katanya, memiliki lebih dari 20 persen anak-anak kurang gizi. Menurutnya, dampak kurang gizi tersebut dapat membatasi anak-anak berkembang di bidang pendidikan maupun pekerjaan di masa yang akan datang.
Oleh karenanya dalam hal ini, Prabowo menegaskan MBG memiliki peran strategis dalam memperbaiki kualitas sumber daya manusia di Indonesia. (NAD)