JAKARTA, AFU.ID — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai membantah narasi yang menyebut dirinya meminta masyarakat berbelanja Rp1 juta setiap bulan di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Isu yang sempat ramai beredar di media sosial itu dipastikan tidak benar, bahkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah menetapkannya sebagai hoaks.
Pigai menyampaikan klarifikasi tersebut melalui keterangan tertulis pada Sabtu (18/7/2026). Ia menegaskan tidak pernah mengeluarkan pernyataan yang mengimbau masyarakat berbelanja di Koperasi Merah Putih dengan nominal tertentu maupun menyampaikan narasi lain yang belakangan beredar di media sosial. "Saya tegaskan, komentar resmi saya hanya ada di akun media sosial X milik saya saja," tandas Pigai.
Ia mengatakan masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam menyaring informasi yang beredar, terutama di media sosial. Menurutnya, informasi sebaiknya mengacu pada media massa yang kredibel dan mengedepankan prinsip-prinsip jurnalistik agar tidak mudah terjebak disinformasi. "Jangan lagi percaya sumber tidak jelas!" tagasnya.
Isu tersebut sebelumnya viral setelah sejumlah akun media sosial membagikan poster bergambar Pigai yang memuat narasi bahwa Menteri HAM meminta masyarakat berbelanja Rp1 juta setiap bulan di Koperasi Desa Merah Putih agar omzet koperasi meningkat dan dapat digunakan untuk membayar gaji manajer. Salah satu unggahan itu dibagikan tokoh dakwah Imam Syamsi Ali melalui akun X miliknya, @ShamsiAli2.
Dalam unggahan tersebut, Imam turut menyertakan komentar yang mengkritik narasi tersebut. Unggahan serupa kemudian dibagikan ulang oleh politikus Indra J Piliang yang ikut mengomentari isu tersebut melalui akun media sosialnya. Selain soal ajakan berbelanja Rp1 juta per bulan, Pigai juga membantah narasi lain yang menyebut dirinya memiliki rencana pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari jejaring masyarakat adat, dukun, aktivis, jurnalis hingga pejabat kementerian dan lembaga.
Klarifikasi serupa disampaikan Kementerian HAM melalui Kepala Biro Umum, Protokol, dan Hubungan Masyarakat, Pungka M. Sinaga. Ia menegaskan informasi yang menyebut Pigai meminta masyarakat berbelanja Rp1 juta setiap bulan di Koperasi Merah Putih bukan berasal dari Menteri HAM dan tidak pernah disampaikan dalam forum resmi maupun komunikasi publik lainnya.
Bantahan tersebut juga diperkuat oleh Kementerian Komunikasi dan Digital. Melalui laman resminya, Komdigi menyatakan klaim bahwa Natalius Pigai meminta masyarakat berbelanja Rp1 juta per bulan di Koperasi Desa Merah Putih merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.
Menutup keterangannya, Pigai mengingatkan setiap tokoh publik agar bertanggung jawab atas informasi yang disampaikan kepada masyarakat. Ia menilai penyebaran informasi yang tidak benar tidak hanya berpotensi menyesatkan publik, tetapi juga dapat merusak kredibilitas pihak yang menyebarkannya. (RAI)