JAKARTA, AFU.ID – BPJS Kesehatan bersama Pemerintah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, menghadirkan layanan jemput bola melalui Program Bupati Ngantor di Desa atau Bunga Desa. Program ini digelar untuk mendekatkan layanan Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN kepada masyarakat Desa Tiwa’a, Kecamatan Poso Pesisir. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palu HS Rumondang Pakpahan mengatakan, Desa Tiwa’a berjarak sekitar 30 kilometer dari Kota Poso dengan waktu tempuh kurang lebih satu setengah jam.
Melalui program ini, masyarakat tidak perlu datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan untuk mengurus kebutuhan administrasi JKN. “Program Bunga Desa kali ini diadakan di Desa Tiwa’a. Jarak tempuh dari Kota Poso sekitar satu setengah jam dengan jarak kurang lebih 30 kilometer," kata Rumondang di Poso, Jumat (19/6/2026).
Program Bunga Desa telah berjalan sekitar empat tahun dan rutin digelar satu kali setiap bulan. Menurut Rumondang, program tersebut cukup efektif menjangkau masyarakat, terutama peserta JKN yang tinggal jauh dari kantor pelayanan. Antusias warga juga terlihat dari ramainya loket BPJS Kesehatan selama kegiatan berlangsung.
Sebagian besar peserta datang untuk melakukan perubahan data, seperti pendaftaran bayi baru lahir hingga perpindahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama atau FKTP. "Tidak kurang dari 100 peserta yang dilayani per harinya. Peserta paling banyak melakukan perubahan data baik itu bayi baru lahir maupun pindah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP),” ujar Rumondang.
Dalam kegiatan tersebut, BPJS Kesehatan membuka layanan yang sama seperti di kantor cabang. Layanan itu meliputi pendaftaran peserta baru, penambahan anggota keluarga, perubahan data peserta, hingga pemberian informasi terkait program JKN. Program Bunga Desa juga melibatkan sejumlah instansi pelayanan publik lain. Di antaranya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Sosial, perbankan, serta kantor pelayanan lainnya.
Meski akses menuju Desa Tiwa’a dalam kondisi baik, warga tetap diminta berhati-hati saat melintasi jalur utama Trans Sulawesi. Sebab, saat hujan deras, jalur tersebut berpotensi licin dan rawan banjir. BPJS Kesehatan mencatat cakupan kepesertaan JKN aktif di Kabupaten Poso hingga Juni 2026 mencapai 227.118 jiwa dari total penduduk sebanyak 256.672 jiwa. Dengan angka tersebut, cakupan kepesertaan aktif telah mencapai 88,49 persen.
Rumondang berharap Program Bunga Desa dapat terus dilakukan, terutama di desa-desa terpencil di Kabupaten Poso. Selain memudahkan layanan, program ini juga menjadi ruang edukasi bagi peserta JKN, termasuk peserta yang menunggak iuran. Peserta yang memiliki tunggakan diarahkan untuk mengikuti program Rencana Pembayaran Bertahap atau Rehab agar status kepesertaan dapat kembali aktif secara bertahap.
“Kegiatan ini diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan khususnya di desa-desa terpencil yang ada di Kabupaten Poso agar kami dapat lebih dekat dengan masyarakat,” kata Rumondang. Salah satu warga Desa Tiwa’a, Deby, mengaku terbantu dengan kehadiran Program Bunga Desa. Ia dapat mengurus berbagai layanan, mulai dari administrasi kependudukan hingga BPJS Kesehatan, tanpa harus mengeluarkan biaya dan tanpa menempuh perjalanan jauh ke kantor pelayanan.
“Saya melakukan berbagai pengurusan, mulai dari Disdukcapil sampai ke BPJS Kesehatan. Semuanya mudah, lancar dan tanpa keluar biaya sepeser pun," kata Deby. Deby berharap program serupa bisa lebih sering dilakukan agar warga desa lebih mudah mendapatkan layanan publik dan informasi terbaru terkait program pemerintah. (ANT/FAD)