AFU.id

Isu Belanja Kipas Kopdes Rp1,8 Triliun: Menkop Tak Tahu, Dirut Agrinas Sebut Datanya Bodong

Bagikan:

Penulis: Fadhlan RobbaniReporter: Fadhlan Robbani

Ringkasan Berita

Isu pengadaan 1,8 juta kipas angin senilai Rp1,8 triliun untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi sorotan, di mana Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengaku tidak mengetahui tentang hal tersebut, sementara Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo de Sousa Mota, meragukan keabsahan informasi itu dan menyebutnya "sepertinya bodong". Dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Mufti Anam mempertanyakan detail pengadaan tersebut, mengingat tidak ada informasi resmi dari pemerintah dan menyebutkan adanya ketidakjelasan dalam alokasi dana pembangunan gerai Kopdes Merah Putih.

Isu Belanja Kipas Kopdes Rp1,8 Triliun: Menkop Tak Tahu, Dirut Agrinas Sebut Datanya Bodong
Koperasi Kelurahan Sei Pelunggut di Kecamatan Sagulung di Batam, Kepri (19/5/2026). (ANTARA/Amandine Nadja)

Menkop Mengaku Tak Tahu

Mufti membahas isu pengadaan kipas angin dalam rapat kerja Komisi VI DPR bersama Kementerian Koperasi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu kemarin. “Izin ke Bapak Menteri. Hari ini rakyat sedang dihebohkan dengan isu adanya pengadaan kipas angin 1,8 juta yang nilainya Rp1,8 triliun. Lalu kemudian dari isu ini kami coba mencari informasi, tetapi kami tidak dapat satu informasi pun dari pemerintah adanya pengadaan ini,” kata Mufti.

Mufti meminta penjelasan mengenai jumlah barang, harga satuan, spesifikasi, metode pengadaan, sumber pembiayaan, serta pihak yang mengusulkan pembelian. Ferry mengatakan pengadaan sarana Kopdes Merah Putih tidak dilakukan oleh Kementerian Koperasi. Ia kemudian menunjukkan harga kipas angin industri yang ditemukan melalui platform perdagangan elektronik.

“Soal kipas angin ini saya enggak tahu. Ini kalau pengadaannya bukan kami, Pak. Tapi rasanya angka yang ada itu kalau bentuk kipas anginnya yang model ada di Imatsu MDF itu harganya di Shopee ini Rp11.465.000. Tapi itu, saya enggak tahu persis,” ujar Ferry. Sementara itu, Mufti mengaku menemukan kipas angin berdiri yang dijual sekitar Rp300.000 per unit.

Ia meminta pemerintah membuka spesifikasi barang karena pembelian dalam jumlah besar dapat memiliki harga berbeda dari pembelian satuan. Mufti menyebut Kementerian Koperasi, Komisi VI DPR, dan kepala desa belum memperoleh penjelasan mengenai rencana tersebut. “Karena kami tanya tadi Pak Menteri Koperasi tidak tahu, kami Komisi VI juga tidak tahu, bahkan user-nya, kepala desa, juga tidak diajak bicara,” katanya.

Selain mempertanyakan sumber pembiayaan, Mufti menyinggung biaya pembangunan setiap gerai Kopdes Merah Putih yang disebut mencapai Rp1,6 miliar. Berdasarkan informasi yang diterimanya, pelaksana pembangunan di desa menerima Rp700 juta. “Termasuk KDMP yang biaya pembangunannya Rp1,6 miliar, sampai ke desa-desa hanya Rp700 juta, sisanya uangnya ke mana?” ujar Mufti. (FAD)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi