JAKARTA, AFU.ID — Sebesar 64 persen warga Amerika Serikat menyatakan tidak puas dengan kinerja Presiden Donald Trump, dan hanya 33 persen responden yang menyatakan puas dengan kinerjanya selama ini. Data ini sesuai dengan survei terbaru yang dilakukan Reuters/Ipsos yang berakhir pada Senin (17/8/2026). Angka ini menjadi yang paling rendah selama Trump menjabat presiden di periode kedua ini.
Persentase kepuasan yang rendah ini sama seperti Trump baru menjabat sebagai presiden di periode pertama pada Desember 2017 lalu. Dalam survei yang berakhir awal Agustus, tingkat kepuasan terhadap Trump masih berada di angka 35 persen. Penurunan popularitas Trump terjadi di tengah perang Amerika Serikat bersama Israel melawan Iran yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda segera berakhir.
Konflik yang tak kunjung selesai ini juga mengganggu perdagangan minyak global melalui Selat Hormuz dan memicu kenaikan harga bensin di Amerika Serikat, sehingga membuat masyarakat kesulitan Kondisi tersebut dinilai menjadi persoalan politik bagi Trump dan Partai Republik. Saat kembali ke Gedung Putih tahun lalu, Trump berjanji menjaga inflasi tetap terkendali dan menghindari perang berkepanjangan.
Janji-janji manis Trump yang selalu meleset juga ikut menyumbang ketidakpuasaan masyarakat terhadapnya. Sebelumnya, dirinya mengatakan bahwa perang dengan Iran akan berlangsung beberapa pekan saja. Setelah itu, AS akan segera mengamankan senjata nuklir milik Iran yang dinilai akan mengancam perdamaian dunia. Namun, kenyataannya hingga saat ini perang dengan Iran malah semakin rumit.
Di lapangan, yang terjadi malah sebaliknya. Iran justru terlihat lebih mengendalikan situasi, bahkan untuk mengendalikan Selat Hormuz saja, AS tidak mampu. Sehingga pasokan 20 persen minyak dunia yang mengalir dari selat itu tetap terganggu dan belum sepenuhnya stabil seperti sebelum konflik terjadi. Kenyataan ini menambah daftar ketidakpuasaan warga AS terhadap Trump.
Dalam survei itu pula, 80 persen warga AS, termasuk 87 persen responden dari Partai Demokrat dan 71 persen dari Partai Republik, meyakini bahwa keterlibatan AS terhadap perang dengan Iran akan berlangsung lama. Hanya 16 persen masyarakat yang meyakini bahwa perang itu akan berakhir dalam waktu beberapa pekan mendatang.
Survei dilakukan secara daring terhadap 1.166 warga dewasa Amerika Serikat di seluruh negeri. Hasilnya memiliki margin of error sekitar tiga poin persentase. Penurunan tingkat kepuasan terhadap Trump juga terjadi menjelang pemilu paruh waktu atau midterm elections pada November, ketika Partai Republik akan berupaya mempertahankan mayoritasnya di Kongres. (EER)