JAKARTA, AFU.ID - Presiden AS Donald Trump akhirnya memutus kontak langsung dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Kontributor Radio Angkatan Darat Israel, Yanir Cozin membocorkan informasi ini dalam sebuah unggahan di akun X-nya (5/6/2026).
Keputusan tegas diambil setelah presiden Amerika Serikat itu menganggap Benjamin Netanjahu telah memanipulasinya. Para pejabat di sekitar Trump membisikkan, bahwa Netanyahu sesungguhnya tengah melakukan memanipulasi simultan terhadap Trump dan Amerika Serikat. "Tidak ada yang lebih dibenci Trump selain menjadi orang bodoh yang dipermainkan," tambah pejabat itu, sebagaimana dikutip Yanir Cozin.
Sebelumnya, Menteri Urusan Strategis Israel Ron Dermer dituding berbicara kasar dan tak sopan di depan tokoh-tokoh senior Partai Republik tentang apa yang harus dilakukan Donald Trump. Padahal dari awal Israel sendiri lah yang gagal menyajikan jadwal konkret mengenai konflik Iran, Houthi, dan Lebanon. "Pemerintah Netanyahu telah gagal menawarkan proposal konkret tentang Gaza," kata Cozin.
Kesadaran Amerika Serikat
Amerika terlihat mulai frustasi karena Israel selalu tantrum seperti anak kecil sembari meminta banyak hal. Sementara Amerika Serikat sendiri sejatinya sudah "kalah perang".
Dalam perkembangan terbaru konflik Iran, ternyata diketahui kapal induk USS Gerald R. Ford mengamai kerusakan parah oleh ruda Iran. Sementara semua pangkalan militernya di Timur Tengah sudah berubah menjadi puing.
Tentang Gerard Ford, sebuah video menunjukkan kapal itu berlubang di sana-sini. Ada video ranjang-ranjang tempat para pelaut jadi logam hangus di bawah dek yang berlubang besar. Kabel-kabel menjuntai dari langit-langit dan tumpukan abu berserakan di lantai.
Seorang awak USS Gerald R. Ford kepada CNN menggambarkan kerusakan yang parah, sampai mengira dirinya akan tenggelam. "Saya benar-benar berpikir kita akan kehilangan kapal," katanya. Semua sistem di kapal ini seperti tidak bekerja, padahal memiliki rudal penangkal. Bahkan sistem pemadam kebakaran kapal juga gagal berfungsi.
Sebelumnya Donald Trump berbohong tentang kejadian ini, dengan mengatakan ada kebakaran kecil yang dengan mudah bisa diatasi. Namun anehnya kapal ini kabur menuju pelabuhan Yunani, sebelum pulang ke base-nya di Virginia.
Israel Makin Tertekan
Di tengah tawaran gencatan senjata yang tidak disetujuai Iran, rudal-rudal Iran kembali menghujani Israel. Tiga gelombang serangan diluncurkan dari sejumlah wilayah, termasuk Kermanshah, Tabriz, Isfahan, dan Kashan, (7/6/2026).
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa operasi rudal tersebut hanyalah sebuah peringatan awal. Serangan itu dilakukan karena Israel masuh terus menyerang Lebanon.
Pejabat tertinggi Iran urusan internasional memperingatkan bahwa Israel hanya memiliki dua pilihan yaitu menghentikan agresinya atau menghadapi konsekuensi baru yang melibatkan jalur strategis Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb.
Komandan Markas Khatam al-Anbiya, Ali Abdollah Aliabadi, juga menyerukan agar Israel segera menghentikan serangan terhadap Lebanon Selatan dan wilayah selatan Beirut. Ia memperingatkan bahwa setiap eskalasi baru akan dibalas dengan serangan yang jauh lebih menghancurkan.
"Jika agresi semacam itu terulang, maka respons berikutnya akan lebih luas menargetkan seluruh sasaran Amerika-Zionis di kawasan," kata pejabat IRGC melalui saluran resmi. Statement itu menyebutkan, sasaran berikutnya bisa jadi adalah Pangkalan Udara Ramat David.
Juru bicara militer Israel, Effie Defrin mengatakan "Rezim teroris Iran telah melakukan kesalahan besar dengan kembali memilih jalan terorisme," katanya. (FAD)