JAKARTA, AFU.ID — Presiden China Xi Jinping menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Indonesia atas gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) dan menimbulkan korban jiwa serta kerusakan sejumlah fasilitas. Dilansir dari Xinhua, Selasa (18/8/2026), Xi Jinping menyatakan telah mengetahui gempa kuat yang melanda NTT dan menyebabkan korban jiwa serta kerugian harta benda. Presiden China itu menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban dan keluarga yang terdampak bencana.
Xi juga menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia mampu menghadapi dampak bencana tersebut. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Xi percaya pemerintah Indonesia dapat menangani situasi darurat sekaligus mempercepat proses pemulihan setelah gempa. Presiden China itu juga meyakini Indonesia mampu membangun kembali infrastruktur yang rusak serta memulihkan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah terdampak.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 sebelumnya mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/8/2026). Gempa dangkal tersebut memicu peringatan tsunami dan diikuti ratusan gempa susulan. Dampak gempa dirasakan di sejumlah wilayah Flores. Selain korban jiwa, gempa menyebabkan bangunan rusak, longsor yang menutup akses jalan, serta kerusakan fasilitas publik. Sejumlah warga juga harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui jumlah korban meninggal dunia akibat gempa NTT menjadi 68 orang. "68 jiwa yang meninggal," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, Senin (17/8/2026). BNPB menyebut tidak ada lagi laporan warga yang hilang di wilayah terdampak. Meski demikian, tim Basarnas masih disiagakan di tujuh kabupaten untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat dalam proses pencarian dan penanganan pascabencana.
"Hingga saat ini, 17 Agustus, sudah tidak ada laporan warga yang hilang di wilayah terdampak. Namun demikian, tim Basarnas tetap melakukan upaya pencarian dan menerjunkan personel secara optimal di daerah-daerah terdampak," ujar Berton. Penanganan terhadap korban juga terus dilakukan. Kementerian Kesehatan telah mengirimkan dua unit rumah sakit lapangan untuk memperkuat layanan medis di wilayah yang terdampak paling parah. "Kemenkes sudah mengirimkan dua unit rumah sakit lapangan ke Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Nagekeo. Diharapkan rumah sakit ini dapat segera melayani warga yang menjadi korban gempa bumi dan membutuhkan evakuasi," kata Berton. (EER)