JAKARTA, AFU.ID - Pemerintah China menjatuhkan sanksi terhadap Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro Jr. Sanksi itu diberikan setelah Beijing menuding Teodoro berulang kali membuat pernyataan tidak bertanggung jawab tentang China. Sanksi tersebut tidak hanya berlaku untuk Teodoro. Istri dan anaknya juga dilarang masuk ke wilayah China, termasuk Hong Kong dan Makau.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, mengatakan Teodoro merupakan salah satu pejabat Filipina yang paling keras bersikap terhadap Beijing. “Kementerian Luar Negeri telah mengumumkan di situs webnya keputusan untuk menjatuhkan sanksi terhadap Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro Jr. dan keluarganya. Ia adalah salah satu orang yang paling terang-terangan di antara segelintir orang yang memusuhi China di Filipina,” kata Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Jumat (12/6/2026).
Selain larangan masuk, China juga melarang organisasi dan individu di negaranya melakukan transaksi, kerja sama, maupun aktivitas lain dengan Teodoro dan keluarganya. Berdasarkan keterangan Kementerian Luar Negeri China, Teodoro dikenai sanksi karena dianggap merusak kepentingan China dan menyabotase hubungan China-Filipina. “Perilakunya yang sembrono akan menjadi bumerang dan kepentingan Filipina serta seluruh rakyatnya yang akan menanggung akibatnya,” ujar Lin Jian.
Lin Jian menuding Teodoro terus memutarbalikkan fakta dan menyerang China lewat pernyataan publiknya. Beijing menilai sikap itu tidak membantu upaya kedua negara untuk menstabilkan hubungan. “Kami melihat bagaimana Gilberto terus memutarbalikkan fakta dan menjelekkan China. Retorika dan tindakannya yang beracun tidak ada hubungannya dengan membela bangsanya. Hal itu murni sandiwara politik untuk keuntungan politik yang egois,” ucap Lin Jian.
Menurut Lin Jian, provokasi dari sejumlah pihak di Filipina justru memperburuk sengketa kedua negara. Ia menyebut tindakan itu pada akhirnya akan merugikan kepentingan Filipina sendiri. “Hal itu malah memperburuk hubungan bilateral, dan pada akhirnya akan membahayakan kepentingan Filipina dan rakyatnya,” katanya.
Pemerintah Filipina merespons sanksi tersebut dengan menyebut langkah China sebagai tindakan tidak ramah. Manila menilai keputusan itu semakin memperumit hubungan bilateral. “Langkah-langkah tersebut tidak berkontribusi pada pembangunan kepercayaan timbal balik, pengelolaan perbedaan secara bertanggung jawab, atau menciptakan kondisi yang diperlukan untuk keterlibatan konstruktif antara kedua negara kita,” kata Pemerintah Filipina.
Teodoro sendiri dikenal sebagai salah satu pejabat Filipina yang vokal mengkritik China, terutama terkait sengketa Laut China Selatan dan isu Taiwan. Ia diangkat sebagai Menteri Pertahanan oleh Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. pada Juni 2023. Sejak itu, Teodoro mendorong penguatan kerja sama pertahanan Filipina dengan Amerika Serikat dan sejumlah negara lain.
Teodoro juga pernah menyebut klaim China di Laut China Selatan sebagai kebohongan besar. Ia turut mengkritik Presiden China Xi Jinping dan Partai Komunis China atas kebijakan Beijing yang dinilainya agresif. Menanggapi sanksi China, Teodoro menyatakan akan tetap menjalankan tugasnya sebagai Menteri Pertahanan Filipina. (ANT/FAD)