AFU.id

JPO Tendean Ditabrak Truk hingga Rugi Miliaran, Pemprov DKI Kejar Tanggung Jawab Perusahaan

Bagikan:

Penulis: Fadhlan RobbaniReporter: Fadhlan Robbani

Ringkasan Berita

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang mengejar pertanggungjawaban perusahaan pemilik truk yang menabrak Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, menyebabkan kerugian material diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Pemprov DKI tengah merencanakan pembangunan JPO baru yang lebih aman dan kokoh, sambil mencari sumber pendanaan dari APBD, CSR, dan skema lainnya, meskipun anggaran khusus untuk proyek tersebut belum tersedia. Insiden ini terjadi akibat truk yang mengangkut alat berat tersangkut pada JPO, yang mengakibatkan kerusakan parah dan perlu dibongkar untuk keselamatan pengguna jalan.

JPO Tendean Ditabrak Truk hingga Rugi Miliaran, Pemprov DKI Kejar Tanggung Jawab Perusahaan
Petugas melakukan proses evakuasi truk bermuatan alat berat yang menabrak jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Jakarta, Selasa (14/7/2026). (Antara Foto/Fauzan)

JPO Baru Disiapkan Lebih Aman

Dinas Bina Marga DKI Jakarta saat ini tengah menyusun perencanaan teknis pembangunan JPO baru. Kajian mencakup desain yang lebih kokoh, ramah bagi pejalan kaki, serta dilengkapi pengaman ketinggian kendaraan. Pengaman tersebut dipertimbangkan untuk mencegah kendaraan dengan muatan melebihi batas kembali menabrak konstruksi JPO. “Proses ini memerlukan waktu untuk memastikan JPO baru lebih kokoh, ramah pejalan kaki, dan mencegah kejadian serupa,” tutur Chico.

JPO Tendean mengalami kerusakan parah setelah ditabrak truk Mitsubishi Taploader yang mengangkut alat berat pada Selasa kemarin sekitar pukul 01.00 WIB. Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani menjelaskan truk melaju dari arah timur menuju barat. Ketika mendekati Hotel Terrazztree, muatan alat berat yang dibawa tersangkut pada JPO.

“Sehingga terjadilah kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan kerusakan pada JPO,” kata Ojo. Kerusakan membuat konstruksi JPO harus dibongkar untuk menghindari risiko membahayakan pengguna jalan. Proses evakuasi dan pembongkaran sempat menyebabkan rekayasa lalu lintas sebelum arus kendaraan kembali normal pada malam hari.

Sopir truk, Andre, mengaku baru pertama kali melewati Jalan Kapten Tendean. Saat kejadian, ia bersama rekannya sedang mengikuti petunjuk aplikasi navigasi untuk menuju kawasan Kejaksaan Agung. “Kami dua kilometer lagi sampai. Kami fokus lihat maps,” ujarnya. Polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut, sementara Pemprov DKI melanjutkan kajian pembangunan ulang sekaligus pembicaraan mengenai tanggung jawab perusahaan pemilik truk. (FAD)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi