JAKARTA, AFU.ID — Kementerian Kesehatan mengintegrasikan Cek Kesehatan Gratis atau CKG dengan program imunisasi anak sekolah pada 2026. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan langkah itu diambil setelah cakupan imunisasi anak usia sekolah menurun pada 2025.
Budi mengatakan penurunan terjadi karena CKG dan imunisasi anak sekolah sebelumnya dilaksanakan sebagai dua kegiatan terpisah. Kondisi itu membuat tenaga kesehatan dan sumber daya layanan di sekolah terbagi.
“Karena merupakan dua kegiatan yang berbeda, sehingga resources-nya atau sumber dayanya tidak termanfaatkan secara maksimal,” kata Budi di Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Menurut Budi, penggabungan program dilakukan agar pemeriksaan kesehatan dan imunisasi dapat diberikan dalam waktu yang sama. Pelaksanaan akan difokuskan saat tahun ajaran baru. Kemenkes juga akan menggelar Bulan Imunisasi Anak Sekolah pada November 2026. Program tersebut ditujukan untuk mengejar cakupan imunisasi difteri dan tetanus.
Budi mengatakan Kemenkes akan memanfaatkan empat momentum nasional untuk memperluas layanan imunisasi. Salah satunya Pekan Imunisasi Dunia pada April yang melayani sekitar 130 ribu anak dan 17 ribu orang dewasa.
Pada Juli, Kemenkes akan mengaitkan imunisasi tambahan dengan Pekan Hari Anak Nasional. Target layanan mencakup 240 ribu anak dan 80 ribu orang dewasa. Program imunisasi tambahan juga direncanakan berlangsung saat peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI dan Hari Kesehatan Nasional pada November.
Kemenkes berharap rangkaian kegiatan tersebut dapat memperluas edukasi mengenai jadwal imunisasi rutin. Budi mengatakan program imunisasi nasional saat ini mencakup 14 antigen. Tiga antigen yang ditambahkan dalam program nasional ialah pneumokokus atau PCV, HPV, dan rotavirus. (RHU)