JAKARTA AFU.ID — Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan perekrutan lebih dari 3.000 guru dan 5.000 tenaga kependidikan untuk mengisi kebutuhan operasional di 93 titik Sekolah Rakyat permanen. Langkah ini dilakukan seiring perluasan jumlah sekolah dan meningkatnya kebutuhan tenaga pengajar di lapangan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan rekrutmen tersebut kini masuk tahap pemetaan sebagai bagian dari ekspansi program Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Penambahan SDM ini juga dipicu lonjakan jumlah siswa baru yang signifikan pada tahun berjalan.
"Tentu akan ada penambahan guru, tapi juga meneruskan yang sudah lama. Tahun ini kita Insya Allah akan merekrut lebih dari 3.000 guru dan 5.000 tenaga kependidikan," kata Saifullah di Jakarta, Selasa, (26/5/2026).
Saifullah menjelaskan, penambahan jumlah tenaga pendidik dan kependidikan ini dilakukan secara masif guna mengimbangi lonjakan kuota penerimaan siswa baru Sekolah Rakyat yang meningkat signifikan pada tahun ini.
Berdasarkan data target tahunan, Kemensos mengalokasikan kuota rekrutmen siswa baru lebih dari 32.000 anak dari keluarga prasejahtera atau mengalami kenaikan hingga dua kali lipat dibandingkan capaian tahun lalu.
Pemerintah juga telah menyiapkan proyeksi jangka panjang untuk tahun berikutnya dengan target penambahan daya tampung peserta didik baru yang jauh lebih besar jangkauannya di tingkat tapak.
"Sementara siswanya kita akan merekrut lebih dari 32.000 untuk tahun ini, jadi dua kali lipat daripada tahun yang lalu. Tahun depan itu kita Insya Allah bisa merekrut lebih dari 60.000 siswa," katanya.
Melalui skema rekrutmen dan perluasan kuota yang agresif tersebut, Mensos memperkirakan jumlah keseluruhan siswa aktif yang menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat secara nasional akan menembus angka di atas 100.000 siswa pada tahun depan.
Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah (Desil 1-4) berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Program ini mengusung konsep pengentasan kemiskinan terpadu dengan mengintegrasikan berbagai layanan unggulan, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), jaminan kesehatan PBI-JK, serta keterhubungan dengan Koperasi Merah Putih dan Program 3 Juta Rumah.
Pemerintah juga sedang dalam proses membangun 101 Sekolah Rakyat permanen tahun ini, sebagai bagian dari target besar pembangunan 500 sekolah permanen hingga tahun 2029.
Di wilayah Jakarta dan sekitarnya, Kementerian Sosial baru-baru ini mengumumkan ada penambahan 10 titik Sekolah Rakyat rintisan yang dikhususkan untuk menampung anak-anak terlantar, anak jalanan, serta anak-anak yang berpotensi putus sekolah. (ANT/RAI)