JAKARTA, AFU.ID — Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat adanya peningkatan tren penyakit akibat gaya hidup pada anak atau new lifestyle diseases, yang ditandai dengan naiknya kasus obesitas, hipertensi, hingga diabetes melitus tipe 2 di usia yang semakin muda. Ketua Umum PP IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, mengatakan perubahan pola makan serta rendahnya aktivitas fisik menjadi faktor utama yang mendorong meningkatnya penyakit tidak menular pada anak.
“Terjadi tren peningkatan obesitas, hipertensi, hingga Diabetes Melitus tipe 2 pada usia yang semakin muda. Ini terkait pola makan dan pola gerak,” ujar Piprim dalam puncak HUT ke-72 IDAI di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Minggu (14/6/2026).
Ia menegaskan saat ini pola penyakit anak di Indonesia tidak lagi didominasi penyakit infeksi, melainkan mulai bergeser ke penyakit metabolik yang sebelumnya lebih banyak ditemukan pada orang dewasa. Selain obesitas dan diabetes, anak-anak juga menghadapi risiko gangguan kesehatan lain akibat pola hidup tidak sehat, seperti minim aktivitas fisik dan konsumsi makanan berlebih.
Piprim menyebut Indonesia masih menghadapi tantangan ganda dalam kesehatan anak, termasuk stunting yang penurunannya belum sesuai target nasional. “Kedua, masalah penyakit tidak menular. Kita masih menghadapi stunting yang penurunannya belum sesuai target. Lalu ada masalah obesitas dan penyakit metabolik akibat gaya hidup tidak sehat,” katanya.
Ia juga menyoroti penggunaan gawai yang berlebihan sejak usia dini yang dapat menurunkan aktivitas fisik anak dan berdampak pada tumbuh kembang. Menurutnya, paparan gawai tanpa kontrol tidak hanya berkaitan dengan risiko gangguan metabolik, tetapi juga dapat memicu keterlambatan bicara hingga gangguan perkembangan pada anak.
IDAI mengimbau orang tua untuk membangun pola hidup sehat dalam keluarga, termasuk mendorong anak aktif bergerak, menerapkan pola makan seimbang, serta membatasi penggunaan gawai sesuai usia. (ANT/RAI)