Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA, AFU.ID — Sebanyak 112 warga di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, terkonfirmasi positif HIV/AIDS dalam kurun lima tahun terakhir. Seluruh penderita telah masuk dalam program pengobatan rutin, meski sebagian kasus baru diketahui setelah memasuki stadium lanjut dan beberapa di antaranya dilaporkan meninggal dunia.
Angka tersebut adalah akumulasi temuan sejak lima tahun terakhir. Lamanya masa inkubasi virus membuat sejumlah penderita baru terdeteksi setelah mengalami gejala berat, sehingga penanganan baru dilakukan ketika penyakit telah berkembang.
Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong Asep Setia Budiman mengatakan seluruh pasien yang terdata saat ini menjalani terapi secara berkala di bawah pengawasan tenaga kesehatan bersama lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang pendampingan HIV/AIDS. Berdasarkan hasil penelusuran tim medis, riwayat penularan terjadi baik saat para penderita berada di wilayah Rejang Lebong maupun ketika berada di luar daerah.
Dinas Kesehatan mencatat mayoritas penderita berasal dari kelompok usia produktif, mulai remaja hingga dewasa. “Sebagian besar memiliki riwayat perilaku seksual aktif yang menjadi salah satu faktor risiko penularan,” kata Asep di Rejang Lebong, Sabtu. (27/6/2026).
Selain hubungan seksual berisiko, penggunaan jarum suntik secara bergantian di kalangan pengguna narkotika juga menjadi jalur penularan yang masih ditemukan. Praktik tersebut dinilai meningkatkan risiko penyebaran virus HIV antarpengguna. "Penggunaan jarum suntik bergantian sangat berisiko menularkan HIV/AIDS. Selain itu, hubungan seksual yang tidak aman juga menjadi faktor pemicu," ujar Asep.
Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan terus mengintensifkan penyuluhan kepada kelompok masyarakat yang masuk kategori rentan. Edukasi difokuskan pada peningkatan pemahaman mengenai penularan, pencegahan, dan pentingnya deteksi dini HIV/AIDS. Masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup sehat dengan menghindari seks bebas, tidak berganti-ganti pasangan, dan menjauhi penyalahgunaan narkotika untuk menekan risiko penularan HIV/AIDS. (ANT/RAI)