JAKARTA, AFU.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap sejumlah pihak di wilayah Bengkulu pada Selasa, 10 Maret 2026.
Salah satu kepala daerah yang terkonfirmasi ikut diamankan dalam operasi senyap ini adalah Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari.
“Konfirm, tim melakukan kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Bengkulu,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya, Selasa 10 Maret 2026.
Seluruh pihak yang terjaring dalam penindakan tersebut langsung diterbangkan dari Bengkulu menuju Gedung Merah Putih KPK guna menjalani proses hukum lanjutan.
“Sejumlah pihak diamankan, pagi ini dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.
“Salah satunya Bupati Rejang Lebong,” pungkas Budi.
Meski demikian, KPK belum merinci konstruksi perkara korupsi yang sedang diusut maupun identitas lengkap pihak-pihak lain yang turut ditangkap.
Di sisi lain, pimpinan KPK, Fitroh Rohchayanto mengungkapkan, dalam OTT tersebut, KPK mengamankan sejumlah uang tunai dari Fana Investor Trust yang jumlahnya belum dirincikan ke publik.
“Ada (uang yang diamankan), selengkapnya tanya jubir ya,” ujar Fitroh.
Adapun Sebagai catatan, operasi di Jawa Tengah pagi ini menambah daftar panjang penindakan KPK. Sepanjang awal tahun 2026, lembaga antirasuah tercatat telah menggelar enam OTT dengan berbagai modus korupsi.
Pertama, pada 9-10 Januari 2026, KPK menjerat lima tersangka kasus suap pajak di KPP Madya Jakarta Utara, termasuk Kepala KPP Dwi Budi beserta dua bawahan dan dua pihak swasta.
Kedua dan ketiga terjadi serentak pada 20 Januari 2026 yang langsung menyasar dua kepala daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
KPK menangkap Wali Kota Madiun Maidi dan dua tersangka lain terkait pemerasan dana CSR, serta menjerat Bupati Pati Sudewo bersama tiga kepala desa atas suap pengisian jabatan perangkat desa.
Keempat, operasi senyap di Kalimantan Selatan terkait korupsi restitusi pajak yang menyeret Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono, satu tim pemeriksa, dan manajer keuangan PT Buana Karya Bhakti.
Kelima, penindakan kasus suap sengketa lahan yang menjerat lima orang di Pengadilan Negeri (PN) Depok, termasuk Ketua PN Wayan Eka Mariarta dan Wakil Ketua PN Bambang Setyawan, beserta dua perwakilan PT Karabha Digdaya.
Terakhir, OTT keenam yaitu di wilayah Jawa Tengah dan menjerat Bupati Pekalongan pada Selasa, 3 Maret 2026 terkait proyek Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ).