AFU.id

Indonesia Jadi Pendiri WAICO, AI Dipacu Dongkrak Ekonomi Digital hingga USD366 Miliar

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Indonesia resmi menjadi negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) dalam upaya memperkuat posisi dalam tata kelola kecerdasan buatan (AI) global, yang ditandai melalui penandatanganan deklarasi di World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai. Dengan bergabung dalam organisasi ini, Indonesia berkomitmen untuk menyusun standar internasional dan memperluas kolaborasi teknologi, serta mendorong pemanfaatan AI secara inklusif dan bertanggung jawab, yang diharapkan dapat mendongkrak potensi ekonomi digital nasional mencapai USD366 miliar pada 2030. Keanggotaan ini juga membuka peluang untuk transfer teknologi dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang AI, yang penting untuk meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global.

Indonesia Jadi Pendiri WAICO, AI Dipacu Dongkrak Ekonomi Digital hingga USD366 Miliar
Menko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto (ketiga dari kiri) bersama delegasi Indonesia dalam penandatanganan pendirian WAICO di Shanghai, Republik Rakyat Tiongkok, Jumat (17/7/2026). (Foto: Kemenko Perekonomian RI)

WAICO Buka Peluang Transfer Teknologi AI

Sementara itu, Xi Jinping selaku Presiden Republik Rakyat Tiongkok menekankan pengembangan AI harus terbangun melalui kolaborasi global, bukan atas dominasi satu negara. Airlangga Hartarto pun menilai, pandangan itu telah sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Yang mana, menempatkan penguasaan teknologi sebagai instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat daya saing Indonesia.

“Dalam peresmian WAICO, Presiden Xi Jinping menegaskan AI seharusnya tidak menjadi solo performance oleh satu negara, melainkan menjadi simfoni dari global collaboration. Artinya, kemajuan AI dibangun dengan kerja sama internasional yang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Penguasaan teknologi, termasuk AI, harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan tentunya akan memperkuat daya saing Indonesia,” tutur Menko Perekonomian RI.

Selain memperkuat tata kelola secara global, Pemerintah RI sedang menyusun peta jalan pengembangan AI nasional sebagai acuan pembangunan ekosistem digital di Indonesia. Menko Airlangga memperkirakan potensi ekonomi digital nasional mencapai sekitar USD366 miliar pada 2030 mendatang. Lalu pada saat yang bersamaan, terus mendorong penyelesaian Digital Economy Framework Agreement (DEFA) ASEAN untuk memperkuat integrasi ekonomi digital kawasan.

Airlangga Hartarto menjelaskan, implementasi AI akan mendukung sektor pertanian modern, energi terbarukan, layanan kesehatan digital, hingga mempercepat pengembangan pusat data (data center) sebagai fondasi transformasi digital. “Manfaat keanggotaan WAICO adalah Indonesia tidak ketinggalan dalam pengembangan AI yang merupakan salah satu game changer. Tidak ada satu negarapun yang berada di posisi paling depan, jadi kita dapat maju bersama-sama dengan berbagai negara lain,” pungkasnya.

Keanggotaan Indonesia sebagai negara pendiri WAICO memberi peluang lebih besar untuk memperoleh transfer teknologi, memperluas kerja sama riset, dan memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang AI. Jika diikuti kesiapan regulasi, infrastruktur digital, serta perlindungan kedaulatan data, posisi tersebut berpotensi mempercepat transformasi ekonomi digital nasional. Selain itu, dapat meningkatkan daya saing Indonesia dalam persaingan dunia teknologi global. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi