AFU.id

Sektor Pariwisata Tumbuh 13,14 Persen, Industri MICE Indonesia Jadi Penopang Ekonomi Nasional

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Industri Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) di Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan, dengan sektor pariwisata mencatat pertumbuhan 13,14% pada kuartal I 2026, berkontribusi pada perekonomian nasional yang tumbuh 5,61%. Pemerintah melalui Kemenko Perekonomian RI aktif memperkuat ekosistem MICE dan memanfaatkan transformasi digital untuk meningkatkan pengalaman wisatawan, termasuk peluncuran platform berbasis AI untuk merencanakan perjalanan. Dengan peningkatan kunjungan wisatawan dan perubahan tren menuju konsep "bleisure," Indonesia berpotensi menjadi pusat penyelenggaraan event global, meskipun kualitas penyelenggaraan dan pengembangan destinasi tetap menjadi kunci daya saing.

Sektor Pariwisata Tumbuh 13,14 Persen, Industri MICE Indonesia Jadi Penopang Ekonomi Nasional
Menko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto meresmikan acara SEABEF 2026 di Jakarta, Rabu (29/7/2026). (Foto: Kemenko Perekonomian RI)

Industri MICE Berbasis Digital untuk Memperkuat Pariwisata Nasional

Selain memperkuat penyelenggaraan event, Kemenko Perekonomian RI mengintegrasikan transformasi digital dalam pengembangan sektor pariwisata melalui pendekatan Pariwisata 5.0. Strategi itu memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan data untuk menghadirkan layanan yang lebih personal, inovatif, serta berkelanjutan. Pemerintah juga mengembangkan platform digital sebagai pusat informasi penyelenggaraan berbagai event nasional.

Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Widiyanti Putri Wardhana menyebut transformasi digital menjadi bagian penting dalam meningkatkan pengalaman wisatawan. “Melalui program unggulan Pariwisata 5.0, Indonesia terus mempercepat transformasi digital di sektor pariwisata. Tahun lalu, kami meluncurkan MaiA, sebuah perencana perjalanan berbasis AI melalui Indonesia.travel, yang mempermudah penemuan destinasi sekaligus menjadikan proses perencanaan perjalanan lebih lancar dan personal,” tuturnya.

Platform Event by Indonesia (EBI) juga dikembangkan sebagai basis data nasional penyelenggaraan event, mulai dari MICE, seni budaya, olahraga, hingga kegiatan pariwisata. Harapannya, kehadiran platform itu meningkatkan efisiensi promosi sekaligus memperluas jangkauan penyelenggaraan event di Indonesia. Integrasi teknologi juga akan memperkuat koordinasi antarpemangku kepentingan dalam satu ekosistem digital.

Juru Bicara (Jubir) Kemenko Perekonomian RI, Haryo Limanseto menilai penguatan industri event menjadi strategi penting bagi pertumbuhan ekonomi. “Pengembangan industri event dan MICE dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi sekaligus pengungkit daya saing pariwisata Indonesia. Untuk itu, pemerintah terus mendorong penguatan konektivitas, pengembangan destinasi berbasis event, dan pemanfaatan AI guna mendukung terwujudnya Indonesia sebagai pusat MICE global,” ujarnya.

Transformasi digital, peningkatan kunjungan wisatawan, dan perubahan tren perjalanan global menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat posisi di pasar event internasional. Namun, daya saing industri MICE akan sangat ditentukan oleh konsistensi pengembangan destinasi, kualitas penyelenggaraan event, serta kemampuan memanfaatkan teknologi sebagai nilai tambah yang berkelanjutan. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi