AFU.id

Aset Global Capai USD559 Miliar, Integritas Pasar Modal Indonesia Jadi Penentu Keberhasilan ETF Emas

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Pemerintah Indonesia sedang mengembangkan Exchange Trade Fund (ETF) syariah berbasis emas untuk memperluas pilihan investasi dan meningkatkan likuiditas pasar modal. Dengan aset global ETF emas yang mencapai USD559 miliar, penguatan integritas dan tata kelola pasar menjadi kunci keberhasilan produk ini di Indonesia, di mana keterhubungan antar pelaku pasar, transparansi aset, dan mekanisme valuasi yang baik sangat diperlukan. Peluncuran produk ini diharapkan tidak hanya memperbesar ukuran pasar modal, tetapi juga menciptakan pasar yang lebih dalam, inklusif, dan kredibel untuk mendukung pembiayaan ekonomi nasional.

Aset Global Capai USD559 Miliar, Integritas Pasar Modal Indonesia Jadi Penentu Keberhasilan ETF Emas
Pemerintah RI meluncurkan ETF emas sebagai instrumen investasi baru di pasar modal, Senin (10/8/2026). (Foto: Kemenko Perekonomian RI)

ETF Emas Global Capai USD559 Miliar

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) RI, Juda Agung, menjelaskan aset kelolaan ETF emas global mencapai USD559 miliar sepanjang 2025. Pada periode yang sama, kepemilikan emas yang menjadi dasar instrumen investasi itu mencapai 4.025 ton secara global. Angka itu mencerminkan tingginya minat investor terhadap instrumen investasi berbasis emas di pasar internasional. “Inovasi membutuhkan integritas, dan integritas adalah fondasi dari trust (kepercayaan, red),” tuturnya.

Juda Agung menambahkan, karakter produk yang menggunakan emas fisik sebagai underlying membuat aspek penyimpanan dan valuasi menjadi perhatian utama. Akuntabilitas transaksi juga menjadi faktor penting karena investor membutuhkan kepastian mengenai aset yang mendasari ETF emas. Oleh karenanya, ekspansi produk tak cukup hanya mengandalkan peningkatan minat investor.

Wamenkeu Juda pun berharap, peluncuran ETF emas bukan sekadar untuk memperbesar ukuran pasar modal di Indonesia. Pengembangan instrumen juga harus membentuk pasar yang lebih dalam, inklusif, prudent, dan kredibel dalam jangka panjang. Target itu menempatkan integritas tata kelola sebagai faktor penentu agar inovasi pasar tak berhenti pada penambahan jenis produk.

“Pasar yang dalam membutuhkan inovasi, inovasi membutuhkan integritas, dan integritas adalah fondasi dari kepercayaan. Jadi, mari kita bersama membangun dan menjaga kepercayaan tersebut,” pungkas Wamenkeu RI.

Besarnya pasar global menunjukkan peluang pengembangan ETF emas yang masih sangat terbuka, tetapi skala bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Pemerintah RI perlu memastikan transparansi aset, mekanisme valuasi, penyimpanan, dan transaksi berjalan dengan standar yang dapat menjaga kepercayaan para investor. Tanpa fondasi itu, penambahan instrumen berisiko hanya memperluas pilihan investasi tanpa memperdalam kualitas pasar keuangan. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi