Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
WAICO Terbentuk, Indonesia Bidik Investasi AI dari Huawei dan ByteDance
Bagikan:
Penulis: Adriyan Adirizky Rahmat · Reporter: Adriyan Adirizky R
Ringkasan Berita
Indonesia telah resmi bergabung sebagai negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) dan membuka peluang kerja sama teknologi dengan perusahaan besar seperti Huawei dan ByteDance. Pemerintah RI, melalui pertemuan dengan kedua perusahaan tersebut, berfokus pada investasi dalam infrastruktur kecerdasan artifisial, pengembangan talenta digital, serta digitalisasi UMKM, guna mempercepat transformasi ekonomi digital nasional. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing Indonesia di sektor AI global dan mempermudah produk UMKM menembus pasar internasional.
Menko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto (tengah) bersama delegasi Indonesia lainnya saat bertemu dengan petinggi Huawei dan ByteDance di Shanghai, Republik Rakyat Tiongkok, Jumat (17/7/2026). (Foto: Kemenko Perekonomian RI)
JAKARTA, AFU.ID —World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) mulai membuka peluang baru bagi Indonesia untuk memperluas kerja sama teknologi dengan perusahaan digital global. Pemerintah Republik Indonesia (RI) memanfaatkan keikutsertaan sebagai negara pendiri organisasi untuk mendorong investasi di bidang kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), infrastruktur digital, pengembangan talenta, hingga pusat data. Langkah itu juga mengarah untuk mempercepat upaya transformasi digital dan memperkuat daya saing ekonomi nasional.
Melansir website Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian RI, Minggu (19/7/2026), Menteri Airlangga Hartarto telah menggelar pertemuan dengan Huawei dan ByteDance. Momen itu terjadi di sela-sela rangkaian penandatanganan pendirian WAICO di Shanghai, Republik Rakyat Tiongkok, Jumat (17/7/2026).
Airlangga Hartarto menilai, kedua perusahaan tersebut mempunyai pengalaman dan kapasitas untuk mendukung transformasi digital Indonesia melalui pengembangan AI, komputasi awan (cloud), infrastruktur telekomunikasi, hingga platform ekonomi digital. Pertemuan tersebut pun menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi teknologi pascakeikutsertaan Indonesia sebagai pendiri WAICO.
Pemerintah RI memprioritaskan empat bidang kerja sama dengan Huawei, yaitu investasi infrastruktur AI dan cloud, penguatan ekosistem talenta digital dan keamanan siber, percepatan digitalisasi pemerintahan, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta penerapan solusi energi hijau bagi pusat data (data center). Menko Perekonomian RI menyampaikan, fokus itu sangat penting untuk mempercepat pembangunan fondasi ekonomi digital nasional.
“Setelah Indonesia secara resmi menjadi salah satu negara pendiri WAICO, kami ingin memastikan adanya lompatan nyata dalam kerja sama teknologi. Huawei dengan kapabilitasnya di bidang AI, infrastruktur telekomunikasi, dan komputasi awan, adalah mitra strategis yang sangat potensial. Terutama, dalam rangka mendukung transformasi digital nasional,” ungkap Menko Airlangga Hartarto.
WAICO Perluas Kolaborasi AI dan Ekonomi Digital Nasional
Sementara dalam pertemuan dengan ByteDance, Airlangga Hartarto menyampaikan apresiasi atas investasi di Indonesia melalui Tokopedia dan TikTok Shop. Ia menyatakan, kehadiran kedua platform itu telah memperkuat ekosistem perdagangan digital di tanah air. Pemerintah RI pun mendorong perluasan kerja sama agar produk UMKM Indonesia kian mudah menembus pasar internasional melalui platform digital.
Selain itu, Pemerintah RI mengundang ByteDance mengeksplorasi kerja sama pada pengembangan Large Language Models (LLM), machine learning, generative AI, pembentukan pusat riset AI, dan peningkatan kapasitas talenta digital Indonesia. Harapannya, kolaborasi tersebut itu mampu mempercepat adopsi teknologi sekaligus memperkuat inovasi nasional di sektor digital.
“Indonesia memiliki pasar digital yang besar, talenta digital yang terus berkembang, serta komitmen kuat dalam membangun ekosistem AI yang inklusif. Kami mengundang ByteDance untuk mengeksplorasi peluang pembentukan pusat riset AI, pengembangan talenta digital, serta kolaborasi inovasi. Yang mana, ini semua dapat memberikan manfaat bagi kedua negara,” pungkas Menko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto.
Pertemuan dengan Huawei dan ByteDance menunjukkan keanggotaan Indonesia dalam WAICO mulai diterjemahkan ke dalam agenda investasi dan kerja sama yang lebih konkret. Jika kolaborasi tersebut terealisasi, peluang transfer teknologi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta percepatan transformasi ekonomi digital nasional akan semakin besar. Dengan begitu, posisi Indonesia dalam persaingan industri AI global pun akan semakin kuat. (ADR)