AFU.id

Update Gempa NTT: 40.040 Warga Mengungsi, 11 Ribu Lebih Rumah Rusak

Bagikan:

Penulis: Fadhlan RobbaniReporter: Fadhlan Robbani

Ringkasan Berita

Sebanyak 40.040 warga mengungsi akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026, dengan Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 11.925 rumah mengalami kerusakan, dan bantuan logistik serta pelayanan kesehatan telah mulai disalurkan kepada korban terdampak. Selain itu, pemulihan infrastruktur dan jaringan listrik di wilayah tersebut juga terus dilakukan pasca-gempa.

Update Gempa NTT: 40.040 Warga Mengungsi, 11 Ribu Lebih Rumah Rusak
Gempa Bumi mengguncang sejumlah Kota dan Kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, 16 Agustus 2026 pagi. (Dok. Basarnas)

11.925 Rumah Rusak

Kerusakan bangunan akibat gempa juga terus didata. BNPB mencatat 11.925 rumah mengalami kerusakan dengan rincian 5.516 rumah rusak berat, 1.916 rusak sedang, dan 4.493 rusak ringan. Kerusakan rumah paling banyak tercatat di Kabupaten Nagekeo, Manggarai Barat, dan Ngada. Pemerintah mulai menyalurkan bantuan ke sejumlah wilayah terdampak. Bantuan tersebut meliputi beras, sembako, air minum, obat-obatan, matras, selimut, kasur, tenda, bahan bakar minyak hingga genset.

Distribusi logistik juga diarahkan ke lima kecamatan di Kabupaten Sikka, yakni Palue, Alok Barat, Hewokloang, Talibura, dan Kangae. Dua rumah sakit lapangan turut dibangun untuk memperkuat pelayanan kesehatan bagi warga terdampak gempa. Di sisi lain, penanganan infrastruktur terus dilakukan. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT telah menangani 32 dari 33 titik longsor yang sebelumnya mengganggu akses jalan.

Empat titik patahan jalan dan empat kerusakan jembatan juga telah kembali difungsikan. Perbaikan dilakukan dengan mengerahkan tujuh ekskavator dan empat loader di sejumlah titik rawan. Ruas Wolowaru-Maumere serta Jembatan Wae Pesi juga telah kembali berfungsi. Pemulihan jaringan listrik di Flores bagian timur dan barat telah mencapai 99,9 persen. Seluruh gardu induk dan penulang disebut sudah kembali beroperasi.

Dari total 566.797 pelanggan, sebanyak 566.525 pelanggan telah kembali mendapat aliran listrik. Masih terdapat 272 pelanggan yang belum kembali memperoleh layanan. Sementara di Pulau Palue, satu penyulang telah pulih dan lima dari enam gardu distribusi sudah menyala. Sebanyak 1.625 dari 1.921 pelanggan atau 84,59 persen telah kembali mendapat pasokan listrik.

Gempa M 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58.24 WIB. Berdasarkan pemutakhiran informasi, pusat gempa berada di laut sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. Gempa tersebut juga sempat memicu tsunami di 10 titik yang tersebar di wilayah NTT hingga Sulawesi Selatan. Setelah gempa utama, ratusan gempa susulan masih terjadi. (FAD)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi