JAKARTA, AFU.ID - PT PLN (Persero) memprioritaskan pemulihan pasokan listrik untuk rumah sakit dan posko bencana setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa menyebabkan 3.478 gardu distribusi dan 11 gardu induk mengalami gangguan. Hingga pukul 11.30 WITA, lebih dari 400 gardu distribusi telah kembali dinormalkan.
Dari total gardu distribusi yang terdampak, PLN mencatat 429 gardu telah kembali menyala. Enam dari 11 gardu induk yang mengalami gangguan juga telah kembali beroperasi. Petugas masih melakukan pemeriksaan dan perbaikan terhadap sistem kelistrikan di wilayah terdampak.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT) F Eko Sulistyono mengatakan pemulihan dilakukan secara bertahap pada seluruh bagian sistem kelistrikan. Pemeriksaan dilakukan mulai dari sisi pembangkit hingga jaringan yang menyalurkan listrik kepada pelanggan. “Tim PLN terus melakukan pengecekan dan perbaikan, mulai dari pembangkit, transmisi, gardu induk, hingga jaringan distribusi,” ujar Eko, Sabtu (15/8/2026).
PLN juga telah memeriksa kondisi Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Maumere setelah gempa. Hasil pemeriksaan menyatakan pembangkit tersebut dalam kondisi aman dan dapat menjadi bagian dari proses awal penormalan sistem. Pemulihan jaringan kemudian dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi peralatan di lapangan.
Di tengah proses tersebut, fasilitas yang berkaitan langsung dengan penanganan bencana menjadi prioritas pemulihan. PLN mendahulukan pasokan listrik menuju rumah sakit dan posko bencana agar pelayanan kepada masyarakat tetap dapat berlangsung. Petugas juga tetap memperhatikan aspek keselamatan sebelum jaringan yang terdampak kembali dialiri listrik.
Gempa magnitudo 7,7 mengguncang sejumlah wilayah di NTT pada Sabtu pagi. Berdasarkan pemutakhiran parameter Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah.
Aktivitas gempa susulan juga masih tercatat setelah guncangan utama. Hingga sekitar pukul 07.00 WIB, BMKG mencatat 54 gempa susulan dengan satu di antaranya dirasakan masyarakat, sedangkan gempa susulan terbesar memiliki magnitudo 6,2. BMKG terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan dan kondisi permukaan laut di wilayah terdampak.
PLN menyatakan petugas tetap bekerja untuk mempercepat pemulihan kelistrikan sembari memastikan jaringan aman untuk kembali dioperasikan. Masyarakat diminta memantau perkembangan melalui PLN Mobile, Contact Center PLN 123, serta kanal resmi perusahaan. “Seluruh petugas PLN berkomitmen bekerja tanpa henti untuk memulihkan kelistrikan secepat mungkin. Keselamatan adalah prioritas utama kami,” kata Eko. (RHU)