JAKARTA, AFU.ID – Sebanyak 285 warga atau 91 kepala keluarga di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, terdampak gempa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat dampak bencana tersebar di 19 desa pada tujuh kecamatan. Pelaksana Tugas Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai mengatakan, data warga terdampak telah melalui proses asesmen lapangan.
Data tersebut akan dikunci sebelum dilaporkan ke BPBD Sulawesi Tengah untuk penanganan lanjutan. "285 jiwa terdampak bencana tersebar di 19 desa tujuh kecamatan," kata Rivai dalam keterangannya di Palu, Minggu (21/6/2026).
Selain berdampak terhadap warga, gempa juga menyebabkan kerusakan bangunan. BPBD mencatat 87 rumah rusak, terdiri atas 83 rumah rusak ringan, tiga rumah rusak sedang, dan satu rumah rusak berat. Kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas umum. Dua kantor pemerintahan terdampak, disusul masing-masing satu unit masjid, gereja, sekolah, serta dua unit pura.
BPBD Parigi Moutong juga mencatat lima fasilitas kesehatan mengalami kerusakan akibat gempa. Tiga bangunan mengalami rusak ringan, sementara dua bangunan lainnya rusak sedang. "5 fasilitas kesehatan juga mengalami kerusakan, 3 bangunan rusak ringan dan 2 bangunan lainnya rusak sedang," ujar Rivai.
Pemkab Parigi Moutong menetapkan masa tanggap darurat sejak 17 hingga 23 Juni 2026. Selama periode itu, pemerintah daerah melakukan asesmen lapangan sekaligus menyalurkan bantuan logistik pangan dan kebutuhan mendesak bagi warga terdampak. Rivai mengatakan, bantuan sebanyak 100 paket telah disalurkan kepada korban gempa. Dari jumlah itu, 25 paket berasal dari BPBD dan 75 paket lainnya dari Dinas Sosial.
"Bantuan sudah kami salurkan semua kepada korban gempa sebanyak 100 paket," ucap Rivai. Bantuan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Dalam masa tanggap darurat, Pemkab Parigi Moutong tidak membuka posko kesehatan khusus, tetapi memaksimalkan layanan puskesmas di sekitar wilayah terdampak.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Sigi melaporkan kerusakan rumah akibat gempa di wilayah tersebut mencapai 2.335 unit hingga Sabtu (20/6/2026). Dari jumlah itu, sebanyak 1.955 rumah rusak ringan, 226 rusak sedang, dan 154 rusak berat. Total korban dan warga terdampak di Sigi mencapai 8.586 jiwa dari 2.775 kepala keluarga. BPBD Sigi juga mencatat 17 orang mengalami luka berat, 108 orang luka ringan, dan tiga warga meninggal dunia akibat bencana tersebut. (ANT/FAD)