AFU.id

Gempa NTT Rusak 5 Bandara dan 3 Pelabuhan, Ini Rinciannya

Bagikan:

Penulis: Fadhlan RobbaniReporter: Fadhlan Robbani

Ringkasan Berita

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 merusak lima bandara dan tiga pelabuhan, menyebabkan kerusakan terutama pada bangunan terminal dan fasilitas pendukung. Tercatat, Bandara Komodo, Bandara Soa, serta Pelabuhan Laurentius Say mengalami kerusakan signifikan, meskipun tidak ada korban jiwa di fasilitas penerbangan tersebut. Selain itu, gempa ini juga mengakibatkan 38 orang meninggal dunia dan sekitar 2.000 warga mengungsi, dengan Kementerian Perhubungan yang terus memantau pemulihan layanan transportasi dan keselamatan masyarakat.

Gempa NTT Rusak 5 Bandara dan 3 Pelabuhan, Ini Rinciannya
Kerusakan bangunan di NTT pasca Gempa M 7 (Foto:ANTARA)

Tiga Pelabuhan Ikut Rusak

Kerusakan akibat gempa tidak hanya terjadi pada fasilitas penerbangan. Tiga pelabuhan juga dilaporkan terdampak, yakni Pelabuhan Laurentius Say, Pelabuhan Reo, dan Pelabuhan Nangakeo. Di Pelabuhan Laurentius Say, gempa menyebabkan bagian dermaga dan bangunan ruang tunggu roboh. Saat gempa terjadi, KM Bukit Siguntang sedang bersandar di dermaga pelabuhan.

Pelabuhan Reo juga mengalami kerusakan pada bagian kantor dan terminal. Namun, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat kerusakan tersebut. Sementara itu, kerusakan di Pelabuhan Nangakeo tergolong ringan. Sejumlah fasilitas mengalami kerusakan, di antaranya plafon runtuh dan tembok retak. Dampak kerusakan fasilitas pelabuhan tersebut membuat layanan perintis dihentikan sementara.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meminta seluruh petugas mengutamakan keselamatan dalam penanganan dampak gempa. Petugas juga diminta meningkatkan kewaspadaan selama proses evakuasi dan pemulihan fasilitas transportasi. "Saya minta seluruh pihak untuk tetap mengutamakan aspek keselamatan dalam bermobilitas, khususnya di wilayah terdampak. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, selalu update informasi resmi terkait cuaca dari BMKG, dan senantiasa ikuti arahan petugas di lapangan," kata Dudy.

Kementerian Perhubungan masih memantau kondisi sarana dan prasarana transportasi di wilayah terdampak. Pemerintah akan menyampaikan perkembangan kondisi fasilitas secara berkala sembari memastikan pemulihan layanan tetap mengutamakan keselamatan. Di sisi lain, gempa tersebut juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar. Berdasarkan data BNPB hingga pukul 15.00 WIB, sebanyak 38 orang meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat, dan 11 orang luka ringan Selain itu, sekitar 2.000 warga mengungsi secara mandiri setelah rumah dan wilayah tempat tinggal mereka terdampak gempa. (FAD)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi