JAKARTA, AFU.ID — Satuan Brimob Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) mengoperasikan dapur lapangan dan kendaraan khusus (ransus) water treatment untuk mendukung penanganan bencana gempa bumi di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi.
Dansatbrimob Polda Sulteng, Kombes Pol Kurniawan Tandi Rongre, menjelaskan kendaraan khusus tersebut dihadirkan guna memenuhi kebutuhan air bersih warga di wilayah terdampak, di Nokilalaki, Sigi, Sabtu (20/6/2026). “Jadi Brimob Polda Sulteng menghadirkan kendaraan khusus untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga di daerah tersebut,” kata Kurniawan.
Ia menyebutkan, sebanyak 100 personel Brimob Polda Sulteng diterjunkan ke lokasi bencana untuk mengoperasikan dapur lapangan yang menyediakan makanan siap saji bagi para pengungsi. Menurutnya, pihaknya berupaya memaksimalkan seluruh kemampuan personel dan peralatan yang dimiliki guna membantu masyarakat terdampak gempa. “Tentunya Brimob tidak hanya menerjunkan personel, tetapi juga kemampuan taktis dan peralatan yang kami miliki untuk mendukung penanganan bencana dan membantu kebutuhan masyarakat,” ucap Kurniawan.
Ia menuturkan, kendaraan water treatment yang dikerahkan mampu memproduksi air bersih sekitar 180 hingga 200 galon per hari. Air bersih tersebut selanjutnya disalurkan kepada warga yang mengalami kesulitan akses air akibat dampak gempa. Selain itu, dapur lapangan Brimob terus dioperasikan untuk memastikan kebutuhan pangan para pengungsi, relawan, dan petugas tetap terpenuhi. Fasilitas tersebut mampu menyiapkan sekitar 150 hingga 200 porsi makanan siap saji setiap harinya.
“Harapannya fasilitas pendukung tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan penanganan kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat bencana,” kata Kurniawan. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban warga terdampak, sekaligus mendukung proses pemulihan di wilayah yang masih merasakan dampak gempa.
Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sigi, jumlah rumah rusak akibat gempa bumi di daerah itu mencapai 2.319 unit, terdiri dari 1.966 rumah rusak ringan, 219 unit rusak sedang, dan 134 unit rusak berat, pada (20/6).
Total korban dan warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sigi tercatat sebanyak 8.586 jiwa dari 2.762 kepala keluarga, dengan rincian 17 orang luka berat, 108 orang luka ringan, dan tiga warga meninggal dunia, pada (20/6). Sebagai informasi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sigi, Parigi Moutong, Donggala, dan Kota Palu, Sulawesi Tengah, pukul 10.27 WIB, pada Selasa (16/6/2026). (ANT/NAD)