Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Update Gempa Flores NTT: 8 Ribu Rumah Rusak, 744 Fasilitas Umum Terdampak
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ringkasan Berita
Jumlah rumah yang rusak akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) meningkat menjadi 7.968 unit, sementara 744 fasilitas umum juga terdampak, menurut pendataan terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT. Data ini masih bersifat sementara karena verifikasi di lapangan terus dilakukan, dan angka kerusakan diperkirakan akan bertambah seiring meluasnya proses pendataan di wilayah terdampak. Pemerintah daerah akan menggunakan informasi terbaru ini untuk menentukan kebutuhan penanganan bagi masyarakat di area yang terkena dampak.
Tim penyelamat menyisir reruntuhan gedung yang rusak akibat gempa (ANTARA)
JAKARTA, AFU.ID — Jumlah rumah warga yang rusak akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah berdasarkan pendataan terbaru. Sebanyak 7.968 rumah tercatat mengalami kerusakan ringan hingga berat. Selain rumah, sebanyak 744 fasilitas umum dan infrastruktur juga dilaporkan terdampak.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT Mahadin Sibarani mengatakan, data tersebut masih bersifat sementara karena verifikasi di lapangan belum rampung. “Pendataan kerusakan masih terus dilakukan di kabupaten terdampak,” kata Mahadin dalam laporan yang diterima di Kupang, Selasa (18/8/2026). Menurutnya, angka yang dilaporkan merupakan data yang telah masuk dan diverifikasi hingga batas waktu pelaporan.
Jumlah rumah rusak itu meningkat lebih dari empat kali lipat dibandingkan laporan BPBD pada 15 Agustus 2026. Saat itu, baru 1.639 rumah yang tercatat mengalami kerusakan. Dalam dua hari, jumlahnya bertambah menjadi 7.968 rumah seiring meluasnya proses pendataan di wilayah terdampak.
Peningkatan juga terjadi pada kerusakan fasilitas umum dan infrastruktur. Jumlahnya naik dari 163 unit pada laporan sebelumnya menjadi 744 unit dalam data terbaru. Perubahan tersebut tercatat setelah pendataan diperluas ke sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Manggarai, Ngada, Nagekeo, dan Sikka.
Mahadin mengatakan, tim di lapangan masih memeriksa kondisi bangunan yang terdampak untuk memastikan ketepatan data. “Kami ingin memastikan data yang diperoleh benar-benar menggambarkan kondisi masyarakat di lapangan,” ujarnya. Proses verifikasi tersebut masih berlangsung sehingga jumlah kerusakan dapat kembali berubah.
Dengan pendataan yang belum selesai, pemerintah daerah masih melakukan pembaruan informasi terkait dampak gempa. Data terbaru akan digunakan untuk menentukan kebutuhan penanganan di masing-masing wilayah terdampak. Hingga kini, proses pendataan dan verifikasi masih menjadi bagian dari penanganan pascagempa di NTT.