Kurang dari 10 Orang Dilaporkan Terjebak
Suharyanto juga mengungkapkan adanya laporan warga yang masih terjebak di antara reruntuhan. Berdasarkan laporan sementara yang diterima BNPB, jumlahnya kurang dari 10 orang. Namun, data tersebut belum dipastikan karena laporan dari lapangan masih terus berubah. Suharyanto meminta data mengenai warga yang terjebak dikonfirmasi kembali kepada Gubernur NTT untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat. "Jadi untuk data yang terjebak ini memang bergerak terus. Tadi dilaporkan oleh Bapak Gubernur NTT itu ada beberapa, tapi di bawah 10 begitu ya," katanya.
Selain korban jiwa dan luka-luka, sekitar 2.000 warga memilih mengungsi secara mandiri setelah rumah mereka terdampak gempa. Mereka meninggalkan rumah dan mencari tempat yang dinilai lebih aman. Gempa juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur. BNPB menerima laporan beberapa ruas jalan mengalami longsor dan tertutup material akibat kejadian tersebut. Pendataan terhadap rumah warga yang rusak masih berlangsung.
Suharyanto mengatakan sejauh ini sudah terdapat puluhan rumah yang mengalami kerusakan dengan kategori ringan, sedang, hingga berat. "Kalau yang per hari ini ada puluhan rumah yang rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan," ujarnya. Data korban dan kerusakan masih terus diperbarui seiring berlangsungnya proses pencarian, evakuasi, dan pendataan di sejumlah wilayah terdampak. (FAD)































