JAKARTA AFU.ID — Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran yang terjadi di kawasan Kemayoran. Sejumlah langkah investigasi terus dilakukan untuk memastikan sumber api secara pasti.
Penyidik telah melakukan pengumpulan alat bukti di lokasi kejadian. Proses itu mencakup pemeriksaan saksi, olah tempat kejadian perkara, hingga uji laboratorium forensik.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold E. P. Hutagalung mengatakan, pemeriksaan saksi yang merupakan warga sekitar sudah dilakukan oleh tim penyidik.
“Sudah dilakukan pemeriksaan terhadap lima orang saksi, termasuk Ibu RW 04,” kata Reynold, dikutip dari Tirto.id, Rabu (3/6/2026).
“Ada yang bilang korsleting, ada yang bilang dari kompor. Namun, yang lebih valid setelah mendapatkan pemeriksaan lanjut dari Pusat Laboratorium Forensik,” tambahnya.
Untuk memastikan penyelidikan tersebut, Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Polri akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sampel dari lokasi kejadian akan dianalisis untuk menemukan sumber api.
Hingga saat ini, garis polisi masih terpasang di area kebakaran untuk menjaga lokasi tetap steril selama proses penyelidikan berlangsung.
Pemerintah bersama aparat terkait juga telah menyiapkan tenda pengungsian bagi warga terdampak. Lokasi pengungsian berada di kawasan Kebon Kosong. Berdasarkan data sementara, sekitar 300 kepala keluarga terdampak dalam insiden tersebut. Total korban terdampak diperkirakan mencapai sekitar 500 jiwa.
Tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat kebakaran tersebut. Para korban kini telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan. Dua korban masing-masing bernama Puput dan Dika dirawat di RS Hermina Kemayoran. Sementara satu korban lainnya, Suparno, dirujuk ke RSCM untuk penanganan lebih lanjut.
Saksi dari pihak RW, Darni, menyebut api pertama kali terlihat sekitar pukul 21.00 WIB. Titik awal kebakaran diduga berasal dari dua rumah warga di belakang kediamannya.
Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan. Namun api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan.
Hingga kini, penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Polisi menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik sebagai dasar kesimpulan akhir. (ANT/RAI)