JAKARTA, AFU.ID — Polisi mulai memeriksa pihak kontraktor dan sejumlah saksi untuk mengusut tewasnya bocah berinisial I (4) yang terperosok ke dalam lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan.Kapolsek Tebet AKP Ischak mengatakan proses penyelidikan telah melibatkan pihak proyek maupun saksi-saksi yang mengetahui peristiwa tersebut.
Menurut Ischak, seluruh keterangan akan menjadi bahan penyelidikan lanjutan. "Pada saat kejadian ada pihak-pihak yang sudah kita panggil, baik proyek maupun pihak-pihak dari saksi maupun yang lainnya," ujarnya, Selasa (30/6/2026). Selain memeriksa kontraktor, polisi juga mendalami kondisi lokasi proyek yang saat kejadian masih memiliki lubang pondasi.
Lubang tersebut diketahui dipersiapkan sebagai fondasi pembangunan lapangan futsal. Ischak mengatakan penanganan perkara kini telah dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Selatan. Unit tersebut akan mendalami kemungkinan adanya unsur pidana maupun kelalaian dalam insiden yang merenggut nyawa balita tersebut. "Kejadian tersebut ditindaklanjuti oleh Polres Jakarta Selatan, yaitu di fungsi PPA," kata Ischak.
Sebagai langkah pengamanan, lubang proyek yang menjadi lokasi kejadian telah ditutup kembali untuk mencegah insiden serupa. Polisi juga memasang garis polisi dan menutup tempat kejadian perkara (TKP) guna kepentingan penyelidikan. Peristiwa bermula pada Sabtu (27/6/2026) sekitar pukul 23.40 WIB ketika korban bermain bersama teman-temannya di sekitar lokasi proyek. Saat itu, korban terjatuh ke dalam lubang pondasi sedalam sekitar 3,5 hingga 4 meter dengan diameter sekitar 30 sentimeter.
Teman-teman korban kemudian meminta pertolongan kepada petugas Pos Komando Taktis (Poskotis) Manggarai yang diteruskan ke Polsek Tebet. Polisi bersama petugas gabungan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan proses penyelamatan. Evakuasi awal dilakukan secara manual dengan menurunkan personel bertubuh kecil ke dalam lubang. Namun upaya tersebut gagal karena ukuran lubang yang sangat sempit serta kondisi korban yang mengalami trauma.
Petugas kemudian berkoordinasi dengan Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Puskesmas Tebet, RSUD Tebet, hingga mendatangkan alat berat. Dua unit ekskavator dikerahkan untuk menggali tanah secara bertahap sambil membuat jalur aman guna mencegah longsor.
Selama proses penyelamatan, polisi memasang garis pembatas untuk mengamankan lokasi dan menghindari kerumunan warga mengganggu evakuasi. Setelah berlangsung sekitar empat jam, korban akhirnya berhasil dikeluarkan dari dalam lubang pada pukul 03.55 WIB. Korban kemudian langsung dibawa menuju Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan dalam perjalanan menuju rumah sakit. (RAI)