Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Asah Literasi Anak Indonesia, 5,5 Juta Buku Tersalurkan ke 38 Provinsi
Bagikan:
Penulis: Adriyan Adirizky Rahmat · Reporter: Adriyan Adirizky R
Ringkasan Berita
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen RI) telah mendistribusikan 5,5 juta buku bacaan berkualitas ke 18.444 Sekolah Dasar dan 6.165 Sekolah Menengah Pertama di 510 kabupaten/kota di 38 provinsi, sebagai upaya meningkatkan literasi anak di Indonesia. Program ini bertujuan memperluas akses bahan bacaan sesuai usia dan kebutuhan pendidikan, serta menumbuhkan budaya membaca di lingkungan sekolah, dengan prioritas pada sekolah yang membutuhkan dukungan lebih. Selain buku cetak, juga disediakan buku digital, audio, dan braille untuk mendukung peserta didik berkebutuhan khusus, sehingga diharapkan dapat membentuk generasi dengan kemampuan literasi yang kuat.
Kemendikdasmen RI melepas sebuah truk yang menyalurkan 5,5 juta buku dari Kudus ke ribuan sekolah di 38 provinsi untuk mengasah literasi anak Indonesia. (Foto: Kemendikdasmen RI)
JAKARTA, AFU.ID — Literasi anak Indonesia mendapat penguatan melalui pemerataan akses terhadap bahan bacaan bermutu di berbagai daerah. Upaya itu agar semakin banyak anak memperoleh kesempatan membaca buku yang sesuai dengan usia, mudah dipahami, dan mampu menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini. Penguatan akses bacaan juga menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.
Melansir website Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI), Minggu (2/8/2026), sebanyak 5.538.300 eksemplar buku bacaan bermutu mulai tersalurkan ke 18.444 Sekolah Dasar (SD) dan 6.165 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di 510 kabupaten/kota yang tersebar di 38 provinsi. Program prioritas itu mengarah kepada perluasan akses bacaan berkualitas dan penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah. Adapun pendistribusian buku berpusat di Kudus, Jawa Tengah, menuju berbagai wilayah tanah air.
Sementara itu, sekolah penerima diprioritaskan berdasarkan hasil Asesmen Nasional 2025 yang masih berada di bawah kompetensi minimum pada aspek literasi dan belum pernah menerima bantuan buku pada tahun-tahun sebelumnya. Harapannya, pendekatan itu semakin mempersempit kesenjangan akses bacaan di sekolah-sekolah yang paling membutuhkan dukungan. Kemendikdasmen RI juga memastikan bantuan tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan pendidikan.
Di sisi lain, koleksi yang tersalurkan meliputi buku bergambar untuk jenjang SD serta komik dan novel bagi siswa SMP. Selain buku cetak, Kemendikdasmen RI menyediakan buku digital, buku audio, video pembelajaran, hingga buku braille guna memperluas akses bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Ragam bahan bacaan itu guna menjadikan aktivitas membaca lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari anak.
Literasi Anak Indonesia Didukung Distribusi Buku Bermutu
Penguatan literasi anak Indonesia melalui strategi yang menitikberatkan pada pembiasaan membaca, peningkatan kecakapan membaca, dan pemenuhan ketersediaan bahan bacaan berkualitas. Kemendikdasmen RI menegaskan, ketiga aspek itu menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang mempunyai kemampuan literasi kuat sejak usia sekolah. Sehingga, program pendistribusian buku menjadi salah satu instrumen untuk mendukung kesuksesan strategi itu.
Sebagai informasi, Kemendikdasmen RI telah mendistribusikan lebih dari 42 juta eksemplar buku bacaan bermutu kepada anak-anak di seluruh Indonesia. Berdasarkan kajian Pusat Standar Kebijakan Pendidikan (PSKP) tahun 2025, sekolah penerima bantuan buku menunjukkan peningkatan capaian literasi yang lebih baik ketimbang sekolah pembanding. Pada tahun ini, kementerian mengalokasikan anggaran sebesar Rp40.657.715.000 untuk mendistribusikan 3.688.800 buku jenjang SD dan 1.849.500 buku jenjang SMP.
“Kami harapkan tentu sebanyak 100 judul untuk Sekolah Dasar dan 100 judul untuk sekolah menengah pertama. Di mana, setiap Sekolah Dasar mendapatkan 200 eksemplar dan sekolah menengah pertama mendapatkan 300 eksemplar,” ungkap Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin.
Pemerataan akses terhadap bahan bacaan berkualitas menunjukkan penguatan literasi bergantung pada kemampuan membaca peserta didik serta ketersediaan buku yang relevan dan mudah terjangkau. Semakin luas pendistribusian bacaan bermutu, semakin besar peluang terbentuknya budaya membaca yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia pada masa mendatang. (ADR)