JAKARTA, AFU.ID — Operasi pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, kembali membuahkan hasil setelah lima penumpang ditemukan selamat pada Sabtu, (18/7/2026). Dengan penemuan tersebut, jumlah korban selamat bertambah menjadi 52 orang, sementara 20 penumpang lainnya masih dalam pencarian.
Kelima korban ditemukan oleh kapal nelayan KMN Sinar Mattoangin 04 di sekitar Pulau Mattalang. Mereka terdiri atas Sitti Amang (55), Asseng (23), Diska (7), Sri Ardita (17), dan Andi Samad (62), yang sebelumnya masuk dalam daftar penumpang hilang. Kepala Kantor Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar mengatakan KN SAR Kamajaya langsung dikerahkan menuju lokasi penemuan untuk mengevakuasi para korban. Setelah dievakuasi, para penyintas akan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dipertemukan dengan keluarganya.
"Kami menerima kabar lima korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh KMN Sinar Mattoangin 04.," ujar Arif. Ia berharap penemuan tersebut menjadi penyemangat bagi tim SAR gabungan untuk menemukan korban lain dalam kondisi selamat. Basarnas mengungkapkan kelima korban mampu bertahan hidup dengan berpegangan pada rompong atau rumah ikan milik nelayan hingga akhirnya ditemukan kapal yang melintas. Kondisi tersebut menjadi faktor penting yang membuat mereka selamat setelah sempat terombang-ambing di laut.
KM Nurul Salsa sebelumnya berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu pagi. Sekitar lima jam kemudian kapal mengalami mati mesin di perairan barat Pulau Polassi, lalu dihantam cuaca buruk hingga pompa pembuangan air rusak dan kapal akhirnya tenggelam menjelang malam. Hingga hari keempat operasi SAR, tercatat terdapat 78 orang di atas kapal tersebut. Sebanyak 52 penumpang berhasil ditemukan selamat, satu orang meninggal dunia, sedangkan 20 lainnya masih belum ditemukan setelah data korban diperbarui menyusul penemuan lima penyintas terbaru.
Operasi pencarian masih terus dilakukan dengan melibatkan Basarnas, TNI AL, TNI AU, Polair, BPBD, Syahbandar, Pos SAR Selayar, kapal nelayan, dan sejumlah instansi terkait. Basarnas juga menambah armada dan personel dari Kendari dan Maumere untuk memperluas penyisiran di area yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban berdasarkan analisis arus laut dan kondisi cuaca. (RAI)