JAKARTA, AFU.ID — Operasi pencarian korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Nurul Salsa di perairan Pulau Polasi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, resmi diperpanjang selama tiga hari. Keputusan tersebut diambil setelah tim SAR gabungan kembali menemukan dua jenazah pada hari ketujuh operasi, sementara 16 penumpang lainnya masih dinyatakan hilang. Perpanjangan dilakukan untuk memaksimalkan upaya pencarian terhadap seluruh korban yang belum ditemukan.
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, mengatakan keputusan memperpanjang operasi merupakan hasil evaluasi bersama seluruh unsur SAR dan pemerintah daerah. Menurut dia, penemuan dua jenazah pada hari terakhir operasi menjadi salah satu pertimbangan utama untuk melanjutkan pencarian. "Kami memutuskan untuk memperpanjang operasi SAR selama tiga hari ke depan," kata Yudhi.
Pada hari ketujuh pencarian, tim SAR gabungan menemukan satu jenazah yang diduga merupakan korban KM Nurul Salsa di perairan timur Pulau Sanana Besar setelah menerima laporan dari aparat Desa Pulau Matallang. Jenazah tersebut dievakuasi menggunakan KN SAR Pacitan sebelum dipindahkan ke KN SAR Kamajaya untuk dibawa menuju Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar. Selanjutnya, dua jenazah yang berhasil ditemukan diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan guna menjalani proses identifikasi.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, mengatakan hingga kini sebanyak 59 orang berhasil ditemukan selamat dari insiden tenggelamnya KM Nurul Salsa. "Yang sudah ditemukan ada 59 selamat, terdiri atas satu nakhoda, tujuh ABK, dan 51 penumpang. Kemudian korban meninggal dunia ditemukan tiga," kata Didik saat jumpa pers di Gedung Dokkes Polda Sulsel, Rabu (22/7/2026). Didik mengungkapkan salah satu korban meninggal diduga mengalami sesak napas sebelum kapal tenggelam. Dugaan sementara, korban memiliki gangguan jantung sehingga kondisinya memburuk saat insiden terjadi.
Sementara itu, tim DVI Polda Sulsel masih mengumpulkan data antemortem dari keluarga korban yang belum ditemukan untuk mempercepat proses identifikasi. Hingga kini, Biddokkes Polda Sulsel telah menerima 15 sampel DNA keluarga korban, sedangkan dua sampel lainnya masih dalam proses pengambilan. Kepala Biddokkes Polda Sulsel Kombes Pol M Haris mengatakan, identifikasi terhadap dua kantong jenazah diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga pekan karena kondisi jenazah telah mengalami kerusakan setelah berada di laut selama beberapa hari.
KM Nurul Salsa diketahui bertolak dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu, 15 Juli 2026 pagi dengan membawa 78 orang. Dalam perjalanan, kapal mengalami gangguan mesin di perairan barat Pulau Polasi hingga akhirnya tenggelam. Selama masa perpanjangan operasi, Basarnas akan tetap mengerahkan seluruh unsur laut, udara, dan potensi SAR dengan penyesuaian area pencarian berdasarkan analisis arus, angin, serta Search and Rescue Maritime Prediction (SARMAP) guna menemukan sisa korban yang masih hilang. (RAI)