JAKARTA, AFU.ID — Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu pagi waktu setempat, menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas transportasi di wilayah tersebut. Kerusakan tercatat di empat titik, yakni Pelabuhan Laurentius Say, Pelabuhan Reo, Pelabuhan Nagekeo, hingga Bandar Udara Komodo. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) langsung menginstruksikan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh fasilitas terdampak untuk memastikan kondisi keamanannya.
Di Pelabuhan Laurentius Say, gempa mengakibatkan robohnya bagian dermaga serta bangunan ruang tunggu penumpang. Kondisi ini terjadi saat KM Bukit Siguntang tengah bersandar di dermaga pelabuhan tersebut. Kerusakan turut terjadi di Pelabuhan Reo, tepatnya pada bagian kantor dan terminal. Meski demikian, tidak ditemukan adanya korban jiwa di kedua lokasi tersebut.
Kerusakan ringan juga tercatat di Pelabuhan Nagekeo, mulai dari plafon yang runtuh hingga tembok yang retak di sejumlah titik. Akibat kondisi ini, layanan kapal perintis di pelabuhan tersebut untuk sementara dihentikan. Sementara itu, Bandar Udara Komodo mengalami kerusakan pada Gedung PKP-PK, Terminal Sisi Darat, dan Gedung Administrasi, serta kerusakan minor pada fasilitas sisi udara berupa fillet Taxiway A.
Meski mengalami sejumlah kerusakan, Bandara Komodo dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa dan tetap beroperasi normal dengan sejumlah pembatasan. Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi turut menginstruksikan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemenhub di wilayah NTT dan sekitarnya untuk terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.
“Meskipun peringatan dini tsunami telah dicabut, saya minta seluruh pihak untuk tetap mengutamakan aspek keselamatan dalam bermobilitas, khususnya di wilayah terdampak. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, selalu update informasi resmi terkait cuaca dari BMKG, dan senantiasa ikuti arahan petugas di lapangan,” terang Dudy, Sabtu (15/8/2026).
Pemerintah menargetkan layanan transportasi dapat kembali berjalan optimal dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan. “Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna menjamin keselamatan, keamanan, dan kelancaran transportasi di wilayah NTT dan sekitarnya. Saya berharap aktivitas masyarakat dapat kembali normal seperti sedia kala,” pungkas Dudy.
Di tengah penanganan dampak gempa, Menhub Dudy menyampaikan duka cita serta keprihatinan mendalam atas peristiwa yang terjadi di Flores, NTT. Ia menegaskan aspek keselamatan dan kelancaran operasional transportasi yang terdampak tetap menjadi prioritas utama pemerintah. “Keselamatan penumpang dan seluruh petugas harus tetap jadi prioritas utama,” pungkasnya. (NAD)