JAKARTA, AFU.ID — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Banten, membentuk tim mitigasi yang bertugas selama 24 jam penuh untuk memantau dan melaporkan kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing di tengah ancaman cuaca ekstrem. Tim ini bertanggung jawab melakukan patroli, mendeteksi titik panas atau hotspot, serta melakukan penanganan dini apabila ditemukan potensi kebakaran.
Kepala UPT Pengelolaan TPA dan Retribusi Pelayanan Persampahan DLH Kota Tangerang, Risdiana Setiawan, mengatakan pembentukan tim tersebut merupakan bagian dari langkah mitigasi menyeluruh yang tengah digencarkan pihaknya. Selain menyiagakan tim patroli, DLH juga telah memberikan edukasi kepada para pemulung agar tidak menyalakan api dalam kebutuhan apa pun di area landfill, mengingat kondisi sampah kering sangat rentan tersambar api hanya dari percikan kecil.
"Kolaborasi menjaga keamanan di TPA Rawa Kucing menjadi kunci utama, apalagi kondisi sampah kering sangat cepat menyambar ketika ada percikan api," kata Risdiana di Tangerang, Minggu.
Sejumlah langkah teknis turut dilakukan untuk menekan risiko kebakaran, di antaranya penutupan timbunan sampah dengan tanah atau cover soil guna mengurangi potensi munculnya api akibat gas metana, penyiraman rutin pada area yang berpotensi mengalami peningkatan suhu, serta pembersihan rumput liar yang mudah terbakar saat cuaca kering. DLH Kota Tangerang juga telah menyiapkan sejumlah tandon air berkapasitas besar dan melakukan normalisasi kolam resapan untuk memastikan ketersediaan pasokan air apabila terjadi kondisi darurat.
Kepala DLH Kota Tangerang, Wawan Fauzi, menambahkan mitigasi ini juga dilakukan untuk memastikan tiga proyek strategis daerah tetap berjalan lancar di tengah cuaca ekstrem, yakni revitalisasi instalasi pengelolaan air limbah (IPAL), revitalisasi sistem pemanfaatan gas metana, dan pembangunan pusat daur ulang (PDU) sampah. Proses pengelolaan sampah berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) yang beroperasi setiap hari di TPA Rawa Kucing, menurutnya, juga tetap berjalan normal tanpa kendala.
"Kami sudah periksa langsung ke lapangan dan berkoordinasi dengan penanggung jawab agar memastikan setiap pekerjaan mengedepankan keselamatan dan bersama-sama mencegah terjadinya bencana seperti kebakaran," ujar Wawan.
Ia menjelaskan, langkah mitigasi ini merupakan tindak lanjut dari imbauan Kementerian Lingkungan Hidup yang memperingatkan seluruh pemerintah daerah agar siap dan siaga mengantisipasi kebakaran di TPA akibat dampak fenomena cuaca ekstrem.
Sebelumnya, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono saat berkunjung ke TPA Jatiwaringin, Tangerang, mengungkapkan bahwa Menteri LH Jumhur telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh kepala daerah untuk mengantisipasi risiko kebakaran di TPA. Peringatan ini menyusul adanya warning dari Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) terkait fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung sejak Juli hingga September. Diaz meminta seluruh pemerintah daerah meningkatkan pemilahan dan tata kelola sampah di TPA masing-masing sebagai langkah pencegahan agar insiden serupa yang pernah terjadi di TPA Kabupaten Tangerang tidak terulang kembali.