AFU.id

Pengelolaan Gas Metana Buruk, Picu Kebakaran TPA Berulang

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Pengelolaan Gas Metana Buruk, Picu Kebakaran TPA Berulang
Operasi pemadaman kebakaran TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. (Foto: Kemenhut RI)

Metode Kikis Atasi Kebakaran TPA Tangerang

Di sisi lain, kerumitan penanganan material padat sisa konsumsi rumah tangga membutuhkan teknik penguraian bara yang spesifik. Karakteristik sampah yang heterogen menyulitkan pemadaman konvensional sehingga mendorong implementasi strategi pengikisan lapisan permukaan tumpukan secara mekanis.

“Di lapangan, personel menerapkan strategi metode kikis, yaitu pengerukan permukaan timbunan sampah menggunakan alat berat secara simultan dengan penyemprotan air pada titik-titik api. Itu untuk membuka lapisan yang masih menyimpan bara sehingga proses pendinginan berlangsung lebih efektif,” ujar Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Kemenhut RI, Thomas Nifinluri.

Sementara itu, pembagian waktu kerja operasional selama tujuh hari penuh diterapkan demi menjaga stamina ratusan personel pemadam. Pemuasan kebutuhan logistik terpadu menjadi kunci penting dalam memitigasi dampak perluasan kebakaran TPA seluas 15 hektare tersebut.

“Pasca pemadaman ini, tim masih melaksanakan pengecekan dan pembasahan pada seluruh areal bekas terbakar. Itu untuk memastikan tidak ada lagi bara api maupun titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali,” pungkas Thomas Nifinluri.

Pada dasarnya, keberhasilan pemadaman total di TPA tak boleh mengabaikan urgensi pembenahan sistem pengelolaan sampah nasional jangka panjang. Tanpa adanya ketegasan hukum serta modernisasi instalasi penangkap gas metana, insiden kebakaran TPA akan terus berulang dan menjadi bom waktu yang mengancam keselamatan ekologis masyarakat. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi