JAKARTA, AFU.ID - Setelah sempat dilanda krisis distribusi yang memicu antrean kendaraan hingga berhari-hari, PT Pertamina Patra Niaga (PPN) resmi mengumumkan, penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Medan dan sekitarnya kini telah pulih total. Seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dilaporkan kembali beroperasi normal dengan status stok aman.
Langkah pemulihan ini dibarengi dengan konfirmasi resmi dari pihak korporasi mengenai penindakan tegas terhadap oknum sopir truk tangki yang melanggar aturan. Pertamina menegaskan, kekosongan awak pengangkut BBM sebelumnya merupakan buntut dari penegakan disiplin internal.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora mengungkapkan, lonjakan aktivitas masyarakat akibat dimulainya kembali kegiatan sekolah dan perkantoran memicu kenaikan konsumsi BBM di Medan sebesar 5 hingga 10 persen dari rata-rata harian. Guna merespons lonjakan tersebut, manajemen mengambil langkah darurat dengan memperkuat armada dan personel di lapangan.
Pertamina menambah 10 unit mobil tangki operasional baru serta menyewa 30 unit mobil tangki skema spot charter untuk mempercepat pengosongan muatan di depot menuju SPBU. Kemudian, kekurangan pengemudi ditutupi dengan menarik 34 Awak Mobil Tangki tambahan dari Fuel Terminal (FT) terdekat.
Pertamina juga meminta bantuan personel TNI untuk mengirimkan BBM ke SPBU-SPBU. Ada 16 personel dari Bekangdam (Pembekalan Angkutan Kodam) yang diperbantukan langsung sebagai awak kemudi tangki. "Kami segera meningkatkan kapasitas distribusi melalui penambahan armada, penguatan personel, serta optimalisasi operasional sehingga layanan di SPBU kini telah kembali berjalan normal,"* kata Kitty Andhora dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Kitty mengatakan, upaya all out ini diklaim membuahkan hasil positif dalam waktu cepat. Pada Selasa, 14 Juli 2026, realisasi penyaluran dilaporkan melonjak hingga 104 persen dari target harian normal. Pertamina juga mengoperasikan sedikitnya 149 unit mobil tangki, atau setara dengan 115 persen dari kapasitas harian biasa. Untuk memastikan tidak ada riak antrean baru, Fuel Terminal Medan beserta jaringan SPBU strategis diinstruksikan untuk mengoptimalkan operasional secara penuh selama 24 jam non-stop.
Di sisi lain, Pertamina akhirnya bersuara lebih lugas mengenai isu "pemberhentian massal" pengemudi yang sempat disentil oleh Gubernur Sumut Bobby Nasution. Pihak manajemen membenarkan adanya tindakan pemutusan atau pemberian sanksi berat di lapangan, namun membantah jika hal itu disebut sebagai kelalaian yang mengorbankan publik.
Menurut Kitty, tindakan tegas yang dijatuhkan kepada oknum Awak Mobil Tangki (AMT) di wilayah Sumatera Utara murni didasarkan pada pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) keselamatan dan kepatuhan kerja, bukan pemecatan tanpa dasar.
"Kami tidak memberikan toleransi terhadap setiap pelanggaran yang dapat mengganggu keandalan distribusi BBM. Penegakan disiplin di lapangan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga aspek keamanan dan keselamatan kerja," tegas Kitty.
Manajemen Pertamina Patra Niaga menjamin, langkah pendisiplinan terhadap oknum sopir nakal tersebut telah dimitigasi dengan baik. Dengan demikian, rantai pasok energi dari terminal BBM menuju SPBU tetap berada dalam kondisi stabil tanpa mengganggu operasional harian masyarakat lagi.
Kitty mengungkapkan, penegakan aturan tersebut diposisikan sebagai upaya perusahaan untuk menjaga integritas rantai pasok energi nasional di tingkat daerah. "Melalui pengawasan yang ketat, Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus meningkatkan standar keamanan dan kenyamanan bagi seluruh pelanggan di wilayah Sumatra Utara dan sekitarnya," pungkasnya.
MAR