Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Menhut Raja Juli Cek Kebakaran Bromo, Bentuk Incident Commander Cegah Karhutla
Bagikan:
Penulis: Fandi Permana · Reporter: Fandi Permana
Ringkasan Berita
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni melakukan peninjauan langsung terhadap kebakaran yang melanda Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Jawa Timur, yang telah menghanguskan lebih dari 150 hektar. Dalam upaya penanganan kebakaran, ia menggelar rapat koordinasi dengan pihak militer, pemerintah daerah, serta sejumlah lembaga terkait, dan membentuk incident commander untuk meningkatkan koordinasi dalam pemadaman. Raja Juli menjamin proses pemadaman akan terus dilakukan hingga api benar-benar padam, serta menegaskan komitmen pemerintah dalam menghadapi potensi dampak fenomena El Nino.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni melakukan peninjauan langsung terhadap kebakaran yang melanda Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Jawa Timur, Minggu (9/8/2026) (Dok. Kemenhut)
JAKARTA, AFU.ID - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meninjau langsung proses pemadaman api yang melalap kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur. Raja memutuskan untuk mengecek langsung kondisi terkini kebakaran yang menghanguskan 150 lebih hektar kawasan TNBTS sejak 3 hari terakhir.
Selain melakukan peninjauan, Raja Juli juga menggelar rapat koordinasi bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak di kawasan TNBTS, Minggu (9/8/2026). Rapat itujuga melibatkan jajaran Polri, Manggala Agni, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang terlibat dalam penanganan kebakaran.
Untuk memastikan progres pemadaman, politisi PSI itu melihat langsung kondisi kawasan sabana Bromo. Pemerintah memastikan proses pemadaman terus dilakukan hingga api benar-benar padam dan kawasan dinyatakan aman. Raja Juli mengatakan, pihaknya membentuk satuan terpadu untuk memonitor perkembangan karhutla di kawasan TNBTS, "Kita buat incident commander sebagai struktur supaya pekerjaan ini lebih teratur, lebih rapi, lebih terstruktur. Hal itu memudahkan fungsi koordinasi sehingga pemadaman ini akan bisa lebih baik," ujar Raja Juli.
Dibentuknya incident commander diperlukan agar seluruh unsur yang terlibat dapat bekerja dalam satu koordinasi. Hal ini juga sebagai kebutuhan maupun tantangan yang muncul selama proses pemadaman dapat segera ditangani.
Ia juga memastikan akan mengawal penanganan kebakaran hingga kondisi benar-benar terkendali. "Insya Allah sampai padam, sampai semua bisa beroperasi lagi, baru nanti water bombing-nya berhenti," ujarnya.
Menhut juga menyebut Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan tegas terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di bawah arahan Presiden Prabowo, pemerintah disebut akan melakukan langkah secara maksimal untuk mengantisipasi fenomena El Nino. "Secara nasional Presiden Prabowo Subianto sudah memberikan arahan yang sangat jelas. Artinya, pemerintah all out untuk mengantisipasi El Nino yang sering disebut sebagai El Nino Godzilla ini," tegasnya. (FAP)