JAKARTA, AFU.ID — Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, memilih bungkam dan tidak merespons cecaran pertanyaan awak media saat tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Senin (20/7/2026) malam. Kedatangan Lalu ke Jakarta ini merupakan buntut dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK di rumah dinasnya pada Senin pagi.
Berdasarkan pantauan AFU.ID, Lalu tiba pukul 21:59 WIB menggunakan mobil jemputan KPK, mengenakan kemeja biru muda berlapis jaket krem, celana chino krem, dan sepatu running. Ia tampak menutupi wajahnya dengan topi dan masker medis putih sambil menggendong tas ransel berukuran sedang saat turun dari kendaraan. Seorang petugas KPK bersama anggota polisi mengawal ketat langkahnya memasuki gedung untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di lantai dua.
Penangkapan Lalu berlangsung sangat cepat, hanya beberapa jam setelah dirinya menghabiskan malam dengan menonton bareng siaran langsung laga final Piala Dunia 2026 hingga menjelang waktu subuh. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan tindakan tegas tim penyelidik yang menyasar pejabat daerah tersebut di wilayah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). "Terjadi peristiwa tertangkap tangan," ungkap Budi.
Budi menjelaskan, OTT ini berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi penerimaan uang dari sejumlah proyek lelang di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Ia menyebut perkara ini diduga terkait adanya penerimaan oleh bupati berkenaan dengan proyek-proyek yang berjalan di lingkungan kabupaten tersebut. Sebagai tindak lanjut, tim penyidik menyita barang bukti berupa uang tunai bernilai ratusan juta rupiah beserta sejumlah dokumen penting yang diduga berkaitan dengan perkara ini. "Uang yang diamankan senilai ratusan juta rupiah," ujar Budi.
Selain menyita barang bukti, KPK juga langsung menyegel ruang kerja bupati dan ruang kerja Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Barat sebagai bagian dari upaya penyidikan lebih lanjut. Penyegelan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada barang bukti tambahan yang hilang atau dipindahkan selama proses penyidikan berlangsung. "Beberapa dokumen terkait lainnya," kata Budi menambahkan soal barang bukti yang turut diamankan tim penyidik.
Lebih jauh, sebanyak tujuh dari 19 orang yang diamankan dijadwalkan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta pada Senin malam. Pemeriksaan lanjutan dilakukan untuk menentukan keterlibatan masing-masing pihak dalam perkara yang sedang diselidiki. KPK belum mengumumkan identitas enam orang yang diberangkatkan bersama Lalu Ahmad Zaini. Penanganan terhadap 12 orang lainnya juga belum dijelaskan secara terperinci kepada publik. (NAD)