JAKARTA, AFU.ID — Lionel Messi mengukir malam bersejarah saat membawa Argentina mengalahkan Aljazair 3-0 pada laga Grup J Piala Dunia 2026 di Kansas City, Rabu (17/6/2026). Kapten Albiceleste itu mencetak hattrick perdana di ajang Piala Dunia sekaligus menambah panjang daftar rekor yang telah ia torehkan sepanjang kariernya.
Tiga gol ke gawang Aljazair membuat Messi resmi menjadi pencetak hattrick tertua dalam sejarah Piala Dunia. Pada usia 38 tahun 357 hari, ia melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Cristiano Ronaldo saat mencetak hattrick untuk Portugal pada Piala Dunia 2018.
Tambahan tiga gol tersebut juga membawa Messi menyamai rekor Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Kini keduanya sama-sama mengoleksi 16 gol di putaran final turnamen paling bergengsi di dunia itu.
Messi sekaligus mempertegas statusnya sebagai pencetak gol terbanyak Argentina di Piala Dunia. Ia meninggalkan sejumlah legenda Albiceleste seperti Gabriel Batistuta, Diego Maradona, Guillermo Stabile, Mario Kempes, hingga Gonzalo Higuain.
Dalam pertandingan tersebut, Argentina sebenarnya sudah menunjukkan dominasinya sejak awal pertandingan. Tim asuhan Lionel Scaloni terus menekan pertahanan Aljazair dan beberapa kali menciptakan peluang berbahaya di depan gawang lawan.
Messi sempat membobol gawang Aljazair pada menit kelima, namun gol tersebut dianulir wasit karena offside. Tiga menit kemudian, Aljazair membalas lewat Fares Chaibi, tetapi gol itu juga dibatalkan karena pelanggaran serupa.
Argentina akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-17 melalui aksi Messi. Menerima umpan Rodrigo De Paul, sang kapten menusuk ke area pertahanan lawan sebelum melepaskan tendangan keras yang gagal dihentikan kiper Aljazair. Tertinggal satu gol membuat Aljazair berusaha keluar dari tekanan melalui serangan balik cepat.
Skor 1-0 bertahan hingga turun minum dengan Argentina tetap menguasai jalannya pertandingan. Aljazair lebih banyak bertahan dan menunggu kesempatan mencuri ruang di lini belakang lawan. Memasuki babak kedua, tekanan Argentina tidak mengendur. Messi kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-60 setelah memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Alexis Mac Allister yang gagal diamankan penjaga gawang Aljazair.
Gol kedua tersebut membuat Argentina semakin nyaman mengendalikan pertandingan. Sementara Aljazair mencoba mengubah keadaan melalui sejumlah pergantian pemain untuk meningkatkan intensitas serangan. Namun upaya itu tidak membuahkan hasil karena Argentina tetap tampil dominan. Messi justru melengkapi hattricknya pada menit ke-76 dan membawa Albiceleste unggul tiga gol tanpa balas.
Setelah mencetak gol ketiga, Messi ditarik keluar pada menit ke-80 dan digantikan Nico Paz. Ia mendapat sambutan meriah dari para pendukung Argentina yang memenuhi stadion di Kansas City. Kemenangan 3-0 atas Aljazair menempatkan Argentina dalam posisi ideal di Grup J Piala Dunia 2026. (ANT/RAI)