JAKARTA, AFU.ID — Perayaan kemerdekaan identik dengan parade, karnaval, dan pesta kembang api di sebagian besar negara di dunia. Namun, tidak semua negara memiliki tradisi tersebut lantaran latar belakang sejarah yang berbeda-beda. Sebagian negara bahkan tidak pernah mengalami penjajahan sehingga tidak memiliki momen pembebasan yang perlu diperingati setiap tahunnya.
Sejumlah negara memperoleh kedaulatan secara bertahap dan damai, sehingga tidak ada satu tanggal spesifik yang dianggap sebagai hari lahir bangsa. Ada pula negara yang justru pernah menjadi kekuatan kolonial besar di masa lalu, sehingga tidak memiliki narasi merdeka dari penjajah dalam sejarahnya. Meski tidak merayakan Hari Kemerdekaan, negara-negara ini tetap memiliki hari nasional lain sebagai pengganti.
Setidaknya ada tujuh negara yang tidak memiliki Hari Kemerdekaan, mulai dari Nepal, Thailand, China, Kanada, Denmark, Inggris Raya, hingga Spanyol. Ketujuh negara ini memiliki alasan berbeda, mulai dari tidak pernah dijajah, pergantian rezim, proses kedaulatan bertahap, hingga statusnya sebagai bekas penjajah itu sendiri. Sebagai gantinya, masing-masing negara memiliki hari nasional tersendiri untuk merayakan identitas dan sejarah bangsanya. Dirangkum dari beberapa sumber, berikut tujuh negara yang tidak memiliki hari kemerdekaan.
1. Nepal
Absennya Hari Kemerdekaan di Nepal berakar dari fakta negara ini tidak pernah takluk pada kekuasaan bangsa asing sepanjang perjalanan sejarahnya. Berdiri kokoh di lereng Pegunungan Himalaya, Nepal telah lama dikenal sebagai kerajaan berdaulat yang bebas dari cengkeraman kolonial. Karena itu, tidak ada satu peristiwa kebebasan yang layak dikenang setiap tahun.
Sebagai penggantinya, warga Nepal menggelar Republic Day setiap tanggal 28 Mei. Momen ini mengabadikan transisi bentuk negara dari monarki ke sistem republik yang terjadi pada 2008. Walau tak ada seremoni kemerdekaan, rakyat Nepal tetap punya hari istimewa untuk mengenang tonggak sejarah tersebut.
2. Thailand
Ketiadaan Hari Kemerdekaan di Thailand dikarenakan negara ini tak pernah takluk pada kolonialisme bangsa Barat. Lewat mahirnya negara ini dalam berdiplomasi dan kebijakan yang matang, Negeri Gajah Putih itu sukses menjaga kedaulatannya kala negara-negara tetangga jatuh ke tangan penjajah. Alhasil, tak pernah ada tanggal kemerdekaan yang resmi diperingati di sana.
Sebagai gantinya, National Day diperingati setiap 5 Desember, bertepatan dengan hari kelahiran mendiang Raja Bhumibol Adulyadej alias Rama IX. Momen ini dijadikan ajang penghormatan kepada sosok raja sekaligus perekat persatuan rakyat Thailand. Nuansa kuning yang mendominasi dekorasi serta kembang air mata semarak menjadi ciri khas perayaannya.
3. China
China tak mengenal Hari Kemerdekaan sebab lintasan sejarahnya tak melewati babak pelepasan diri dari penjajah asing. Yang terjadi justru pergantian kekuasaan besar-besaran pada 1949, saat Partai Komunis mendeklarasikan lahirnya Republik Rakyat Tiongkok. Peristiwa transformasi sistem pemerintahan inilah yang menjadi tonggak utama dalam sejarah modern negara tersebut.
Tanggal 1 Oktober kemudian dijadikan National Day untuk mengenang kelahiran RRT. Perayaannya digelar meriah, terutama di Beijing, lewat parade kekuatan militer dan pesta kembang api. Esensi peringatan ini bukan soal lepas dari penjajahan, melainkan berdirinya tatanan pemerintahan yang baru.
4. Kanada
Kanada tak memiliki Hari Kemerdekaan dalam makna terpisah sepenuhnya dari negara lain. Kedaulatannya justru diraih secara berangsur dan tanpa kekerasan dari Inggris, dimulai dari pembentukan Dominion of Canada pada 1867 hingga otonomi penuh pada 1982. Panjangnya proses tersebut membuat tidak ada satu momen heroik yang dijadikan simbol kemerdekaan.
Sebagai gantinya, Canada Day dirayakan setiap 1 Juli untuk mengenang berdirinya konfederasi pada 1867. Suasana perayaan diwarnai festival musik, pawai, kembang api, hingga acara panggang-panggang di ruang terbuka. Makna perayaan ini lebih condong pada kelahiran negara ketimbang pembebasan dari kekuasaan asing.
5. Denmark
Denmark masuk daftar negara tanpa Hari Kemerdekaan karena tak pernah merasakan penjajahan bangsa lain di era modern. Sebagai kerajaan yang telah eksis selama berabad-abad, Denmark tak memiliki momen pelepasan diri dari kekuasaan asing yang layak dirayakan. Karena itu, tradisi perayaan kemerdekaan tak dikenal di negara Skandinavia ini.
Sebagai gantinya, Constitution Day diperingati setiap 5 Juni untuk mengenang lahirnya konstitusi pertama pada 1849. Perayaannya berlangsung sederhana, dan uniknya, tanggal tersebut bukan hari libur nasional. Warga Denmark biasa mengisinya dengan pidato politik, kegiatan sosial, atau sekadar berkumpul bersama keluarga.
6. Inggris Raya (United Kingdom)
Kondisi Inggris Raya justru berkebalikan dari negara lain, sehingga tak memiliki Hari Kemerdekaan. Negara ini dahulu dikenal sebagai pembangun kekaisaran kolonial terbesar di dunia. Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara menyatu lewat kesepakatan politik, bukan lewat perlawanan terhadap penjajah, sehingga tak ada tanggal yang dianggap sebagai hari lahir negara.
Selain itu, tidak ada satu pun hari nasional resmi yang dirayakan serentak di seluruh Inggris Raya. Tiap wilayah memiliki momen istimewanya sendiri, seperti St. George's Day di Inggris dan St. Andrew's Day di Skotlandia. Perayaan tersebut cenderung berupa festival budaya lokal, bukan seremoni politik berskala nasional.
7. Spanyol
Status Spanyol sebagai salah satu kekuatan kolonial besar di masa lampau membuat negara ini tak memiliki Hari Kemerdekaan. Spanyol justru tercatat pernah menguasai berbagai wilayah di Amerika, Asia, dan Afrika, sehingga tak ada kisah pembebasan diri dari penjajah dalam sejarahnya. Riwayat negara ini lebih diwarnai konflik internal dan pergantian kekuasaan dibanding perjuangan meraih kemerdekaan.
Sebagai gantinya, National Day dirayakan setiap 12 Oktober untuk mengenang mendaratnya Christopher Columbus di Benua Amerika pada 1492. Peristiwa itu menandai titik awal ekspansi besar-besaran Spanyol ke dunia baru. Parade militer, upacara kenegaraan, dan beragam acara budaya menyemarakkan perayaan tahunan ini di seluruh penjuru negeri.
Meski ketujuh negara tersebut tak mengenal Hari Kemerdekaan sebagaimana lazimnya, masing-masing tetap memiliki caranya sendiri untuk merayakan identitas dan jejak sejarah bangsanya. Sebagian memilih memperingati pergantian sistem pemerintahan, sementara yang lain mengenang tokoh atau peristiwa penting yang membentuk perjalanan negara mereka. (NAD)