JAKARTA, AFU.ID — Sebanyak 128.331 orang mengikuti perebutan undangan Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka pada hari pertama pendaftaran. Peminat berasal dari 36 provinsi di Indonesia serta 14 negara, mulai dari Amerika Serikat hingga Malaysia. Tingginya peminat membuat undangan yang disediakan pemerintah menjadi rebutan dalam waktu singkat.
Lantas, apa keuntungan yang diperoleh masyarakat jika berhasil mendapatkan undangan tersebut? Peserta tidak dijanjikan hadiah uang, bantuan pemerintah, maupun fasilitas khusus. Keuntungan utamanya adalah memperoleh akses gratis untuk menyaksikan langsung upacara kenegaraan di lingkungan Istana Merdeka yang biasanya hanya dapat dilihat melalui televisi.
“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat luar biasa. Pada hari pertama kemarin tercatat 128.331 masyarakat mengikuti war ticket,” kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kamis (06/08/2026). Ia menilai tingginya pendaftar menunjukkan besarnya keinginan masyarakat menyaksikan peringatan kemerdekaan secara langsung.
Masyarakat yang lolos dapat mengikuti rangkaian Upacara Detik-Detik Proklamasi atau penurunan Bendera Merah Putih sesuai undangan yang diperoleh. Mereka juga berkesempatan menyaksikan Presiden memimpin upacara, penampilan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka, serta prosesi kenegaraan dari dalam kawasan Istana. Pengalaman berada langsung di lokasi bersejarah itu menjadi daya tarik utama bagi para pendaftar.
Selain mengikuti upacara, peserta berhak menyaksikan berbagai pagelaran seni dan budaya yang disiapkan di Istana Merdeka. Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Pemerintah belum mengumumkan adanya suvenir atau hadiah khusus bagi seluruh pemenang war ticket.
Perebutan undangan berlangsung ketat karena jumlah tempat jauh lebih sedikit dibandingkan peminat. Pemerintah sebelumnya menyebut rangkaian upacara akan dihadiri sekitar 8.100 peserta, tetapi jumlah itu mencakup seluruh tamu dan peserta, bukan hanya masyarakat umum. Jika dibandingkan dengan peminat pada hari pertama, jumlah pendaftar sudah hampir 16 kali kapasitas keseluruhan upacara.
Kuota khusus yang benar-benar diberikan kepada masyarakat umum tidak diumumkan secara terperinci. Artinya, peluang memperoleh undangan kemungkinan lebih kecil daripada perbandingan 8.100 kursi dengan 128.331 peminat. Pendaftar juga belum otomatis menjadi peserta karena data dan dokumen mereka masih harus diverifikasi panitia.
Seluruh proses pendaftaran tidak dipungut biaya dan undangan tidak boleh diperjualbelikan. Peserta yang lolos akan menerima pemberitahuan melalui alamat surat elektronik yang didaftarkan, kemudian diminta menukarkan bukti konfirmasi dengan undangan resmi. Masyarakat diminta mengabaikan pihak yang menawarkan akses masuk berbayar atau menjanjikan kelolosan.
Perebutan undangan masih dibuka hingga Jumat mulai pukul 10.00 WIB. Panitia membatasi kuota setiap hari dan portal akan ditutup secara otomatis setelah jumlah pendaftar terpenuhi. Dengan demikian, yang diperebutkan ratusan ribu orang bukan hadiah berbentuk uang, melainkan kesempatan langka mengikuti upacara kemerdekaan langsung dari Istana Merdeka. (RHU)