AFU.id

Realisasikan Visi ‘Pendidikan untuk Semua’, Presiden Prabowo Beri 6 Instruksi ke Mendikdasmen

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Peningkatan kualitas pendidikan nasional terus menjadi perhatian serius Pemerintah Republik Indonesia (RI).Apalagi, bonus demografi yang terinterpretasikan dalam Indonesia Emas 2045 menuntut sumber daya manusia (SDM) berkualitas.

Realisasikan Visi ‘Pendidikan untuk Semua’, Presiden Prabowo Beri 6 Instruksi ke Mendikdasmen
Presiden RI, Prabowo Subianto, menerima laporan dari Mendikdasmen Abdul Mu’ti di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026). (Foto: BPMI Setpres)

Revitalisasi hingga Teknologi Sekolah

Instruksi ketiga Presiden Prabowo kepada Mendikdasmen RI ialah pelaksanaan revitalisasi sekolah di seluruh tanah air. Sebanyak 71.744 satuan pendidikan di semua jenjang akan dibenahi dengan total anggaran Rp14 triliun.

Abdul Mu’ti pun meyakini, program tersebut juga akan memberikan dampak ekonomi. Hal itu karena menggunakan sistem swakelola, sehingga pembangunannya langsung oleh masing-masing satuan pendidikan.

“Kami memperkirakan akan ada penyerapan tenaga kerja di tingkat daerah. Sekitar 1,1 juta orang yang bisa bekerja dalam rentang waktu tiga sampai delapan bulan,” ujarnya.

Mendikdasmen RI menyatakan, revitalisasi sekolah mendapat respons positif dari masyarakat, terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Banyak sekolah yang selama puluhan tahun belum memperoleh perbaikan infrastruktur kini dapat menikmati fasilitas pendidikan yang lebih layak.

Berikutnya, Presiden Prabowo Subianto meminta percepatan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi kepada Mendikdasmen Abdul Mu’ti. Sekolah Nasional Terintegrasi sendiri hadir sebagai sekolah unggulan nonasrama yang akan memberikan layanan pendidikan berkualitas dengan standar terintegrasi.

“Tahun ini, kita rencanakan membangun 100 Sekolah Nasional Terintegrasi dan sudah ada usulan-usulan sekolah yang masuk dari 36 yang sudah terseleksi,” paparnya.

Kelima, Kepala Negara terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan nasional melalui berbagai program prioritas yang berorientasi penguatan karakter dan transformasi pembelajaran. Salah satu yang Prabowo maksud adalah Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui program ‘7 Kebiasaan Indonesia Hebat’.

“Kami tegaskan, MBG ini merupakan bagian dari program kami, yaitu 7 Kebiasaan Indonesia Hebat. Bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat,” ucap Abdul Mu'ti.

Ia pun mengaku, kementeriannya telah menyusun berbagai modul pendukung untuk mengintegrasikan pelaksanaan MBG dengan penguatan karakter peserta didik.

Instruksi terakhir Presiden Prabowo Subianto kepada Mendikdasmen RI adalah pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) sebagai bagian dari transformasi pembelajaran berbasis teknologi di satuan pendidikan. Pada 2025, pemerintah telah mendistribusikan sebanyak 288.865 unit IFP ke berbagai sekolah di seluruh Indonesia.

Abdul Mu’ti menyampaikan, perangkat tersebut kini telah terpakai secara luas dalam proses pembelajaran. “Sudah ada penelitian yang menunjukkan dampak IFP terhadap kualitas pembelajaran, dan juga terhadap motivasi belajar,” pungkasnya. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi