AFU.ID, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM RI), Bahlil Lahadalia mempunyai misi khusus saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto ke Jepang.
Kerja sama strategis energi antara Indonesia dan Jepang memasuki babak baru melalui kunjungan kenegaraan Presiden RI ke Tokyo.
Melansir website Kementerian ESDM RI pada Senin, 30 Maret 2026, Bahlil Lahadalia ikut untuk membahas penguatan investasi sektor energi bersih.
Langkah diplomasi aktif tersebut bertujuan membuka peluang kolaborasi konkret yang saling menguntungkan di tengah dinamika ekonomi global yang semakin dinamis.
Kehadiran pimpinan kementerian teknis mencerminkan sektor energi menjadi agenda prioritas dalam pembahasan bilateral antara kedua negara Asia tersebut.
“Menteri ESDM ikut dalam penerbangan, mendampingi Presiden Prabowo dalam lawatan ke Jepang,” ungkap Juru Bicara Kementerian ESDM RI, Dwi Anggia.
“Ada beberapa kerja yang dibahas, termasuk salah satunya di sektor energi untuk pengembangan energi bersih yang berkelanjutan,” sambungnya di Jakarta.
Harapannya, potensi kemitraan tersebut mampu memperkuat ketahanan energi nasional melalui transfer teknologi dan pendanaan proyek ramah lingkungan dari pihak Jepang.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan, pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperluas cakupan investasi dalam berbagai bidang.
“Ada beberapa kerja sama (yang dibahas, red) di bidang investasi, energi, kelautan, dan digital,” tuturnya.
Kementerian ESDM RI menargetkan setiap peluang investasi dapat segera diterjemahkan menjadi kontrak kerja operasional yang memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat Indonesia.
Fokus terhadap pengembangan energi terbarukan menjadi kunci utama dalam mendukung target nol emisi karbon yang telah disepakati oleh kedua negara.
Keberhasilan negosiasi dalam kerja sama strategis energi tersebut akan memperkokoh posisi Indonesia sebagai mitra utama penyedia energi bersih di kawasan.
Integrasi teknologi digital dan sektor kelautan juga menjadi bagian tidak terpisahkan dalam upaya membangun ekosistem ekonomi hijau yang berkelanjutan dan mandiri.