Penulis: Administrator · Reporter: Fadhlan Robbani
JAKARTA, AFU.ID - Menteri Haji dan Umroh, Mochamad Irfan Yusuf, yang akrab disapa Gus Irfan, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membebankan kenaikan biaya operasional haji kepada jemaah. Hal ini merujuk pada instruksi langsung Presiden agar penyesuaian biaya, terutama di sektor penerbangan, tidak menambah beban masyarakat.
Gus Irfan menjelaskan, saat ini pemerintah sedang mengkaji berbagai opsi untuk menutupi selisih biaya yang muncul akibat dinamika global. Skema pendanaan tersebut akan segera diputuskan dalam rapat kabinet mendatang.
"Memang perintah Presiden, apapun yang terjadi, nanti harus ada penyesuaian-penyesuaian. Terutama terkait dengan banyak penerbangan, kita mengupayakan tidak dibebankan pada jemaah kita," ujar Gus Irfan di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu 8 April 2026.
Mengenai sumber dana, Gus Irfan menyebut ada beberapa kemungkinan, mulai dari optimalisasi dana BPKH hingga alokasi APBN. Namun, ia memastikan pemerintah tidak akan mengambil jatah subsidi untuk jemaah tahun depan demi menutupi kekurangan saat ini.
"Yang jelas, Presiden minta tidak dibebankan pada jemaah. Kita sudah mencoba mencari kemungkinan dari mana lever-nya (sumber dananya), nanti ada arahan kabinet," tegasnya. (fad/asw)