PROBOLINGGO, AFU.ID - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Bromo, Jawa Timur dapat dikendalikan dan padam setelah ratusan petugas gabungan memadamkan sejumlah titik api, baik di Kabupaten Probolinggo maupun Pasuruan, di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Petugas terus bersiaga untuk melakukan pendinginan di sejumlah lokasi agar titik api tidak kembali muncul dan memperluas kawasan yang terbakar di Gunung Bromo.
Upaya pemadaman, dilakukan secara terpadu melalui operasi darat dan udara. "Informasi dari petugas yang berada di lokasi, sudah tidak terlihat titik api. Tapi, petugas akan tetap memantau keesokan harinya," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief saat dikonfirmasi melalui telepon di Probolinggo, Kamis (13/8/2026) malam.
Tim gabungan darat disiapkan untuk melakukan pemadaman langsung pada titik api, sedangkan operasi udara dilakukan melalui dukungan helikopter water bombing sebanyak tiga helikopter. Tiga helikopter tersebut bertugas memadamkan dan melakukan pembasahan di dua lokasi, yakni kawasan P30 Kabupaten Probolinggo dan Pusung, Desa Wonokitri, Kabupaten Pasuruan.
Dalam mendukung operasi di lapangan, unsur gabungan mengerahkan sejumlah sarana dan peralatan, antara lain enam unit mobil pemadam kebakaran, satu unit water drone BNPB, satu unit helikopter water bombing, 70 unit sepeda motor trail, lima unit kendaraan double cabin, serta peralatan pemadaman manual. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap di sekitar kawasan hutan,.
Selain pemadaman, patroli darat dan pemantauan udara terus dilakukan untuk mengidentifikasi titik api maupun titik panas. Pemantauan juga diperkuat dengan pengamatan visual dan penggunaan aplikasi Sistem Monitoring Hutan dan Lahan (SIPONGI) guna mendeteksi titik panas serta mengantisipasi munculnya titik api baru. Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa luas kawasan TNBTS yang terbakar di empat kabupaten, yakni Kabupaten Probolinggo, Malang, Lumajang dan Pasuruan tercatat mencapai 1.120 hektare. (ANT/FAH)