JAKARTA, AFU.ID — Musibah tenggelam menimpa Riska Halid, mahasiswi Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Musibah yang menimpa mahasiswi yang akrab disapa Icha tersebut terjadi saat berlibur di pantai Pulau Bugisa, Kecamatan Ponelo Kepulauan, Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo. Perempuan berusia 25 tahun itu meninggal dunia usai terseret ombak, Minggu (2/8/2026).
Diketahui, kejadian bermula ketika Icha bersama delapan rekannya mendarat di Pulau Bugisa pada Sabtu petang kemarin, sekitar pukul 17.30 WITA. Sembilan wisatawan lokal itu berencana berkemah semalam sekaligus menikmati suasana pulau tersebut.
"Kami melakukan camping, lalu mandi-mandi di pantai mulai pukul 06.00 WITA pada Minggu pagi," kata salah satu rekan korban Nujwa Adelia. Berbeda dari rekan-rekannya, Nujwa memilih tidak turun ke air saat itu. Posisinya di darat membuatnya menjadi orang pertama yang menyadari rekan-rekannya terseret arus kencang, sehingga ia segera menghubungi rekan lain yang berada di darat untuk meminta bantuan.
"Ketika insiden terjadi, saya sempat kaget, namun masih terpikir untuk langsung meminta pertolongan dengan menghubungi teman yang ada di darat," katanya. Rekan korban lainnya, Damai Rasida, turut berupaya menyelamatkan Icha begitu insiden terjadi. Damai menuturkan Icha sempat memuntahkan air bercampur makanan saat ditolong.
Ia menduga hal itu terjadi karena korban baru saja sarapan sebelum kembali turun ke pantai untuk kedua kalinya pagi itu. "Kami mulai mandi-mandi pukul 06.00 WITA, kemudian naik ke darat untuk sarapan, sekitar pukul 08.00 WITA sebelum insiden terjadi, kami turun lagi untuk mandi di pantai," katanya. Lebih lanjut, Damai mengatakan ia sempat menarik Icha ke tepi pantai, tetapi Icha telah pingsan dan akhirnya mereka meminta pertolongan kepada turis asing.
Selain rekan-rekannya, pertolongan turut datang dari petugas Pos TNI Angkatan Laut (Pos AL) Kwandang. Koptu Eta Arius Tancanguru dari pos tersebut menyebut penyelamatan berlangsung sekitar 20 menit, melibatkan pihaknya bersama seorang wisatawan asal Jerman dan pendampingnya (tour guide) yang kebetulan berada di lokasi. Korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 09.40 WITA.
"Korban juga sempat mendapatkan pertolongan awal oleh dua orang wisatawan tersebut," kata Arius. Kabar insiden itu turut sampai ke Basarnas Pos Gorontalo Utara. Aqun Marali dari instansi tersebut mengatakan timnya segera bergerak begitu menerima laporan kejadian.
"Seketika kami meluncur ke lokasi, namun saat itu sekitar pukul 10.00 WITA kami tidak melanjutkan perjalanan hingga ke Pulau Bugisa, karena sudah bertemu di tengah Pulau Ponelo,” katanya. Diketahui, korban sudah dievakuasi pihak Pos TNI AL Kwandang dan wisatawan asing menggunakan perahu yang ditumpangi menuju Pelabuhan Kwandang, kemudian langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainal Umar Sidiki.
Icha dinyatakan meninggal dunia di RSUD Zainal Umar Sidiki. Jenazahnya kemudian diantar kepada keluarga di Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, sekitar pukul 11.59 WITA, didampingi delapan rekannya, yakni Ramdan Lamola, Niar Lahay, Iin Christian Mooduto, Rahmat Ahmad, Damai Rasida, Wahyu Thalib, Nujwa Adelia, dan Hajar Aswad. (NAD)