JAKARTA, AFU.ID — Anggota Polisi Militer TNI Angkatan Darat, Pratu Galuh Nugraha, meninggal dunia setelah tertembak saat membantu polisi menghentikan kendaraan terduga pelaku narkotika di Kabupaten Bireuen, Aceh. Insiden terjadi di depan SPBU Juli, Gampong Cot Meurak, Kecamatan Juli. Polda Aceh menyebut korban diduga terkena peluru yang memantul atau rekoset.
Peristiwa bermula ketika Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh memperoleh informasi mengenai dugaan transaksi dan pengangkutan narkotika. Dalam penyelidikan, petugas menemukan mobil Mitsubishi Triton hitam yang ditumpangi empat laki-laki. Pengemudi disebut tidak mengindahkan perintah berhenti dan melarikan diri hingga menabrak sepeda motor di sekitar lokasi.
Polisi kemudian mengejar kendaraan tersebut menggunakan sepeda motor. Personel Ditresnarkoba berinisial Bripka R dilaporkan melepaskan tiga tembakan peringatan, lalu kembali menembak karena mobil terus melaju. Penggunaan senjata api itu masih diperiksa untuk memastikan kesesuaiannya dengan prosedur kepolisian.
Pada saat bersamaan, Pratu Galuh yang berada di sekitar SPBU berusaha membantu dengan memindahkan palang besi untuk menghadang kendaraan. Dalam rangkaian kejadian tersebut, ia diduga terkena peluru rekoset. Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit BMC Bireuen dan dirujuk ke RSUD dr. Fauziah, tetapi nyawanya tidak tertolong.
“Almarhum telah menunjukkan naluri prajurit penegak hukum yang luar biasa dalam membantu kepolisian saat penangkapan bandar narkoba,” kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto (27/07/26). Polda Aceh telah berkoordinasi dengan Pangdam Iskandar Muda, Danpuspomad, dan Danpomdam Iskandar Muda terkait penyelidikan insiden tersebut. Kepolisian juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan jajaran TNI.
Bripka R telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan bersama senjata api dan amunisi yang digunakannya. Bidang Propam Polda Aceh melakukan investigasi, termasuk pemeriksaan prosedur penggunaan senjata dan uji balistik untuk memastikan asal peluru yang mengenai korban. Hasil investigasi belum diumumkan kepada publik.
Dalam perkara narkotikanya, satu dari empat terduga pelaku telah diamankan dan disebut sebagai oknum anggota Brimob. Tiga orang lainnya masih melarikan diri dan diburu petugas. Identitas, barang bukti narkotika, serta peran masing-masing terduga pelaku belum dijelaskan secara lengkap oleh Polda Aceh. (RHU)