JAKARTA, AFU.ID — Dua remaja bernama Muhammad Ashar Pioke (14) dan Hajrin Hujuli (13) meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Bone, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Keduanya awalnya mandi bersama empat anak lainnya pada Sabtu (1/8/26) sekitar pukul 14.00 WITA. Tim SAR gabungan menemukan kedua korban dalam kondisi meninggal dunia beberapa jam setelah kejadian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Provinsi Gorontalo Heriyanto mengatakan enam anak awalnya bermain air dan mandi bersama di sungai tersebut. Empat anak kemudian berhasil kembali ke daratan, sedangkan seorang anak terseret arus dan tenggelam. Seorang teman yang melihat kejadian itu kembali berenang untuk memberikan pertolongan.
“Jadi awalnya enam anak ini mandi di sungai, empat berhasil naik ke daratan. Satu korban tenggelam, lalu satu temannya melihat korban dia sempat berusaha menolong tetapi akhirnya keduanya tenggelam,” kata Heriyanto. Arus sungai yang deras membuat upaya penyelamatan tersebut tidak berhasil.
Basarnas menerima laporan mengenai dua anak yang tenggelam sekitar pukul 14.45 WITA. Tim gabungan dari Basarnas Gorontalo, BPBD Bone Bolango, TNI, Polri, dan masyarakat kemudian melakukan pencarian di sepanjang aliran Sungai Bone. Penyisiran difokuskan di sekitar lokasi terakhir kedua korban terlihat.
Kedua korban ditemukan sekitar pukul 17.00 hingga 17.30 WITA dan tidak jauh dari lokasi awal mereka tenggelam. Hajrin ditemukan lebih dahulu, kemudian disusul Muhammad Ashar. Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kepala BPBD Bone Bolango Achryl Babyonggo mengatakan kedua korban merupakan pelajar SMP yang sedang mandi bersama sejumlah rekannya. Menurut dia, derasnya arus membuat teman-teman korban tidak dapat memberikan pertolongan. Tim gabungan kemudian mengevakuasi kedua jenazah dari sungai.
Jenazah Muhammad Ashar dan Hajrin selanjutnya diserahkan kepada keluarga masing-masing di Kecamatan Suwawa. BPBD Bone Bolango meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di sungai karena debit dan arus dapat berubah. Orang tua juga diminta mengawasi anak-anak yang bermain di sekitar aliran sungai. (RHU)